Tips Sukses Budidaya Jamur Merang

Pertanianku – Jamur merang merupakan salah satu jenis jamur yang banyak dikonsumsi. Jamur merang memiliki bentuk yang mirip dengan payung, ada tangkai dan bagian mahkota jamurnya yang mekar. Jenis dari jamur merang sendiri ada dua, yakni jamur merang putih dan jamur merang kuning kecokelatan. Keduanya sebenarnya sama-sama bisa dimakan, hanya saja jamur merang putih yang cukup pupoler untuk dibudidayakan masyarakat.

Tips Sukses Budidaya Jamur Merang

Pada dasarnya jamur adalah tanaman yang dapat tumbuh pada medium apa saja, baik medium tanah, kayu, sekam, maupun serpihan kayu, asalkan media tanam mengandung nutrisi yang cukup. Kemudahan inilah yang membuat budidaya jamur sangat diminati selain dari prospeknya yang menjanjikan. Namun, bila Anda masih bingung bagaimana cara memulainya, berikut panduannya.

Alat dan bahan yang perlu disiapkan:

  • Bibit 60 botol
  • Kardus 300 kg
  • Bekatul atau dedak halus 75 kg
  • Kapur 50 kg
  • Arang sekam 15 karung
  • Bonggol pisang 15 bonggol (75 kg)
  • Limbah sayur 10 karung
  • Pupuk NPK 1 kg
  • Tepung beras ketan 3 kg

Tahapan budidaya jamur merang:

Untuk memulai budidaya jamur merang, hal pertama yang harus dilakukan adalah sobek kardus hingga berukuran 5—10 cm. Rendam sobekan kardus ke dalam larutan kapur (gunakan 45 kg kapur) sampai sobekan kardus terendam semua. Gunakan wadah berukuran 4 × 6 m yang dibuat dari terpal plastik agar mudah mengaduknya. Selanjutnya, taburkan pupuk NPK ke dalam adonan dan diamkan selama 5 hari.

Potong bonggol pisang dan limbah sayuran menjadi potongan kecil-kecil. Kemudian bibit jamur yang sudah disiapkan (bisa dibeli di toko pertanian atau langsung dari pembudidaya) dihancurkan dan dicampurkan dengan tepung beras ketan. Taburkan sisa kapur (5 kg) sebagai dasar media tanam, kemudian tuangkan media berupa adonan kardus ke atas rak dalam kumbung. Buatlah gundukan-gundukan dengan volume 30 × 30 cm dan tinggi 10 cm. Gundukan dibuat berjejer dua baris, lalu taburkan setengah bagian campuran limbah sayuran dan bonggol pisang yang sudah dipotong kecil-kecil tadi di atas gundukan media tanam kardus tadi. Setelahnya, lapisi kembali atasnya dengan adonan kardus setinggi 10 cm.

Terakhir taburkan sisa dedak/bekatul, bonggol pisang, dan limbah sayuran di atas gundukan sehingga media tanam terdiri atas dua lapisan. Setelah itu, masukkan uap panas (bersuhu 60—70oC) selama 6—8jam untuk tahap pasteurisasi jamur tiram dengan posisi kumbung ditutup rapat. Jika ingin mendapatkan hasil maksimal, tambahkan uap yang sama selama 4 jam lagi. Jika sudah melewati masa pasteurisasi, buka jendela kumbung untuk menurunkan suhu sampai 30oC. Sisa bibit yang masih ada dibenamkan dalam gundukan media dan ditabur di atasnya. Tutup dengan arang sekam yang sudah dicampur dengan air dan pupuk organik cair, kemudian tutup rapat media tanam dengan plastik transparan.

Sekarang, Anda hanya tinggal menjaga agar suhu ruang budidaya berkisar 28—35 derajat Celcius. Buka plastik penutup media tanam setiap hari selama 10 menit untuk menjaga sirkulasi udara dalam media tanam. Usahakan supaya pada pukul 07.00—11.00 kumbung terkena sinar matahari. Jamur tiram sudah bisa dipanen setelah berbentuk kancing telur (sebelum mekar) atau menginjak umur 10—14 hari setelah tanam. Selanjutnya, panen bisa dilakukan setiap hari sampai umur 1 bulan.

loading...
loading...