Usaha Olahan Susu Kambing Ini Beromzet Rp20 Juta Per Minggu Lho!


Pertanianku – Salah satu peternak kambing perah asal Bekasi, Jawa Barat, M. Aulia Haikal mengolah susu kambing menjadi kefir (susu yang difermentasi) dan mendulang kesuksesan dari usaha yang ia jalankan selama ini. Bahkan, Haikal dapat meraup omzet Rp20 juta dalam seminggu. Sangat fantastis bukan?

usaha-olahan-susu-kambing-ini-beromzet-rp-20-juta-per-minggu-lho

Susu kambing di Indonesia memang tidak sepopuler susu sapi yang memang menjadi primadona. Meski kurang populer, keberadaan susu kambing saat ini mulai diperhitungkan. Pasalnya, selain dapat diminum segar sebagai pelengkap diet, susu kambing ternyata dapat diolah menjadi beragam jenis minuman dan produk turunan lainnya seperti kefir.

Seperti dikutip dari Trobos Livestock, produk kefir yang dihasilkan Haikal terdiri atas kefir whey, kefir drink, dan kefir krim untuk masker. Semua produk tersebut dihasilkan melalui fermentasi susu kambing dengan biang kefir yang disebut Grand Kefir.

Haikal mengaku, ia memperoleh biang kefir melalui Komunitas Kefir Indonesia (KKI) yang kini memiliki lebih dari 150 ribu anggota di seluruh Indonesia.

Produk kosmetik lainnya yang dijajakan Haikal lewat Hasanah Farm miliknya adalah toner dan body lotion yang juga dari kefir. Untuk kefir drink, ia hanya membuat sesuai pesanan.

“Rasa kefir yang terlalu asam kurang diminati konsumen. Banyak yang ingin dapat manfaat secara instan dengan mengoleskannya langsung ke anggota tubuh seperti kefir krim untuk masker,” ungkap Haikal.

Kini, dalam sehari sedikitnya Haikal mampu mengolah 40—50 liter susu kambing menjadi kefir dengan berbagai varian produk. Omzet yang didapatnya dalam seminggu mencapai Rp15 juta—Rp20 juta dengan margin hingga 40%.

Keuntungan tersebut dirasa sepadan dengan biaya dan waktu yang dikeluarkan. Pasalnya, mengolah susu menjadi kefir bukanlah proses yang instan tapi terbilang mudah.

Baca Juga:  Jangan Salah! Ada Makanan Sehat yang tidak Benar-benar Menyehatkan

“Asal punya biang kefirnya semua orang bisa membuat kefir ini,” tutur Haikal.

loading...
loading...