Usai Natal, Harga Cabai dan Bawang Masih Tinggi


Pertanianku – Perayaan Natal telah berlalu, dan sebentar lagi seluruh masyarakat akan merayakan pergantian tahun. Hal ini yang membuat harga beberapa komoditas pangan melambung naik. Kenaikan harga komoditas pangan yang mengalami kenaikan adalah cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit merah, cabai rawit hijau, dan bawang merah.

usai-natal-harga-cabai-dan-bawang-masih-tinggi

Berdasarkan data informasi yang dikeluarkan oleh Pangan Jakarta (IPJ) belum lama ini di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, terpantau harga komoditas cabai merah keriting Rp26.000 per kg naik Rp2.000 dari hari sebelumnya dan cabai merah besar Rp26.000 per kg naik Rp2.000.

Selanjutnya, cabai rawit merah Rp74.000 per kg naik Rp4.000 dari sebelumnya, cabai rawit hijau Rp63.000 per kg naik Rp8.000, dan bawang merah Rp22.000 per kg naik Rp1.000 dari hari sebelumnya.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, saat ini harga cabai masih tinggi dan belum ada kecenderungan penurunan harga.

“Masih tinggi, di pasar induk (Kramat Jati) sudah lebih dari Rp70.000 per kg dan di pedagang eceran sudah tembus Rp80.000 per kg,” ujar Mansuri seperti dilansir Kompas (28/12).

Dia mengatakan, dengan terus naiknya harga cabai di pasaran, perlu dilakukan upaya percepatan distribusi mandiri.

“Dikhawatirkan pada tahun baru tembus Rp 100.000 per kg. Kalau mengharapkan dari kementerian sepertinya agak berat,” lanjutnya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) Perdagangan Nomor 63 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Hal ini dilakukan untuk meredam gejolak harga pangan di saat hari-hari besar keagamaan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengungkapkan, ke depan pemerintah akan membuat dua aturan tambahan tentang distributor bahan pokok dan pendaftaran gudang stok bahan pokok.

Baca Juga:  Tips Mudah Budidaya Tomat Organik

Menurut Oke, penambahan aturan ini agar pelaksanaan dari kebijakan harga acuan dapat berjalan efektif.

“Setelah revisi Permen harga acuan, akan diikuti dengan Peraturan Menteri Perdagangan tentang pendaftaran distributor dan pendaftaran gudang. Karena harga acuan menjadi tidak efektif ketika pemerintah tidak menguasai stok,” papar Oke.

Setelah keluarnya aturan tersebut, ke depan distributor akan diperbolehkan melakukan penyimpanan bahan-bahan pokok di dalam gudang dan akan dioptimalkan apabila harga bahan-bahan pokok bergejolak.

loading...
loading...