Waspada! Ancaman Cabai Berbakteri dari Cina


Pertanianku – Kenaikan harga pangan menjelang akhir tahun saat ini sedang menjadi isu nasional. Masyarakat kembali dihebohkan dengan adanya kabar yang beredar bahwa ditemukan benih cabai yang ditanam oleh warga negara Cina di Kampung Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Benih cabai inilah yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Sebab, dikabarkan mengandung bakteri yang sangat berbahaya.

waspada-ancaman-cabai-berbakteri-dari-cina

Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara (GPN) Hermanu Triwidodo menuturkan, benih cabai yang dibawa petani Cina disinyalir membawa penyakit busuk lunak atau mengandung bakteri Erwinia chrysanthemi. Jenis bakteri ini menjadi ancaman produksi cabai di Indonesia.

“Misalnya, masuknya penyakit yang paling merusak, yaitu fusarium, inul, moler. Penyakit ini seperti kejadian pada bawang merah yang ketika 1997 masuk dan sampai sekarang sulit dikendalikan,” kata Hermanu, seperti dikutip Okezone (15/12).

Menurut Hermanu, kejadian benih berbakteri bukanlah pertama kalinya. Berdasarkan catatan GPN, pada 2013 terdeteksi adanya bakteri nematoda daun putih yang dibawa pada benih padi hibrida.

“Zaman pemerintahan yang lalu (Susilo Bambang Yudhoyono/SBY) sudah mulai masuk penyakit via program pembagian benih padi hibrida dari Cina, hasilnya terdeteksi sejumlah bakteri, nematoda daun putih (2013), bacterial grain rot (2014). Potensinya masuk ke nasi,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian seperti ini harus segera diselesaikan dan tidak perlu ada lagi. Gerakan Petani Nusantara pun siap melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan masalah bakteri yang setiap tahunnya selalu ada.

“Mungkin Pak Jokowi belum tahu soal kejadian seperti ini, di mana jajaran Kementerian Pertanian selalu menyatakan bahwa Indonesia sudah mandiri benih padi. Padahal, kejadiannya berbeda. Kami akan berkirim surat pada Pak Jokowi agar impor benih tidak ada lagi dan kami minta hentikan,” tutupnya.

Baca Juga:  Wisata Edukasi Penangkaran Burung Desa Wukasari Terus Dikembangkan
loading...
loading...