Wow, di Australia Keledai Dikonsumsi Lho!


Pertanianku – Tahukah Anda, di Australia Selatan keledai masuk ke dalam daftar menu makanan masyarakat setempat. Benarkah demikian? Hal ini benar-benar terjadi, lho!

wow-di-australia-keledai-dikonsumsi-lho

Kambing, kelinci, terwelu, kanguru, walabi dan burung, saat ini, terdaftar sebagai daging hewan liar di negara bagian Australia Selatan, mengingat hewan ini belum dikandangkan atau diternakkan dengan cara apa pun. Definisi baru yang diusulkan akan membuat daftar daging hewan liar meluas dengan menyertakan kerbau, unta, rusa, keledai, kelinci, kuda, babi, dan keledai.

Beberapa dari daging hewan liar yang kurang umum ini dibolehkan di beberapa negara bagian dan rumah pemotongan hewan di Peterborough, Australia Selatan, telah mengekspor daging unta selama beberapa tahun. Perubahan ini akan mencakup sejumlah aturan ketat sehingga membuat hewan-hewan itu harus disembelih di alam liar; spesies asli yang dilindungi hanya bisa diburu dengan izin khusus dan telur, janin atau bayi burung, akan tetap dikecualikan.

Spesialis daging hewan liar di Adelaide, yakni Richard Gunner, mengatakan, “secara umum” ada beberapa hal yang baik tentang usulan ini. “Saya tak melihat adanya pasar khusus untuk daging keledai, daging possum dan daging kuda, tapi daging unta, iya,” jelas Richard.

“Dalam jangka pendek, saya tak berpikir itu akan membuat banyak perbedaan, tapi usulan ini akan memberi kesempatan bagi sebagian orang untuk berbisnis dan berpotensi memasarkan beberapa hal baru,” lanjutnya.

Politikus Partai Hijau asal Australia Selatan, Tammy Franks mengungkapkan perburuan dan ekspor unta liar telah didukung oleh masyarakat adat tapi hanya ada sedikit permintaan akan daging possum, kuda dan keledai. Ia berharap parlemen negara bagian akan menghentikan perubahan ini.

“Orang-orang sangat menghargai banyak hewan di Australia. Kami lebih peduli tentang hewan peliharaan. Saya pikir banyak orang tak ingin melihat hewan-hewan ini di menu,” ungkap Tammy.

Baca Juga:  Harga Madu Paling Mahal di Dunia Ini Bikin Melongo

Perubahan itu juga termasuk meningkatkan biaya maksimum yang bisa dibebankan dewan kota untuk inspeksi keamanan pangan, mulai dari 85,50 dolar (setara Rp855 ribu) menjadi 118 dolar (setara Rp1,18 juta) untuk bisnis kecil, dan dari 214 dolar (setara Rp2,14 juta) menjadi 294 dolar (setara Rp2,94 juta) untuk bisnis skala besar.

loading...
loading...