10 Ribu Ton Daging Kerbau Masuk Pasar Akhir Juli


Pertanianku – Selepas Idul Fitri Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan regulasi pelaksanaan impor daging kerbau asal India. Pelaksana impor tersebut yakni Perum Bulog telah bersiap menerima 10 ribu ton daging kerbau India masuk ke Indonesia yang akan dilakukan secara bertahap pada akhir Juli ini.

10 Ribu Ton Daging Kerbau Masuk Pasar Akhir Juli

“Bulog sudah ditunjuk (mengimpor), sudah clear semua, tinggal dilaksanakan,” ucap Direktur Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian Muladno seperti dilansir Republika.co.id, (12/7). Segala persyaratan telah dipenuhi untuk mencapai harga daging sesuai keinginan pemerintah, yakni di bawah Rp100.000/kg.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu mengungkapkan pihaknya telah menerima penugasan mengimpor 10 ribu ton daging kerbau India yang hingga kini masih dalam tahap produksi.

“Akhir bulan ini masuk secara bertahap, target daging masuk semua sampai akhir bulan Agustus 2016,” jelas Wahyu. Daging ditujukan untuk konsumen di pasar biasa dengan sasaran masyarakat menengah ke bawah. Nantinya daging impor tersebut akan didistribusikan dengan harga di bawah Rp80.000/kg.

Pelaksanaan impor, menurut Wahyu, berdasarkan tindak lanjut keinginan Presiden yang meminta harga daging Rp80.000/kg. Untuk mencapai target tersebut, dilakukan impor dengan negara tujuan yang bervariasi, tidak hanya mengandalkan pasokan daging kerbau Australia saja.

Bulog mengaku sulit menanggapi desakan kelompok-kelompok yang menginginkan pembatalan impor daging kerbau asal India. “Peraturan sudah ada, Permentan-nya sudah, RPH sudah ditunjuk, jadi praktik impor tidak bisa serta-merta dibatalkan,” ungkap Wahyu.

Baca Juga:  Indonesia Perlu Belajar dari Denmark Demi Bangun Pertanian Dalam Negeri