Pria Ini Raup Omzet Puluhan Juta dari Bisnis Budidaya Ikan Lele


Pertanianku – Saat ini banyak pebisnis yang tertarik berinvestasi di bisnis perikanan. Salah satu bisnis perikanan yang dianggap cukup menjanjikan dan potensial adalah budidaya ikan lele. Seperti yang kita tahu, ikan lele adalah komoditas perikanan yang banyak diburu oleh masyarakat. Ditambah lagi saat ini telah banyak makanan olahan yang berbahan dasar ikan lele.

pria-ini-raup-omzet-puluhan-juta-dari-bisnis-budidaya-ikan-lele

Salah satu pebisnis yang sukses menjalankan bisnis perikanan adalah Agus Riyanto. Menurutnya budidaya ikan lele saat ini memiliki pangsa pasar yang sangat menjanjikan. Kesempatan tersebutlah yang tidak di sia-siakan oleh pria yang baru berumur 32 tahun ini.

Agus Riyanto adalah warga desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi ini mulai merintis usahanya akhir 2014. Berbekal modal Rp50.000.000 pada saat itu, Agus membangun 28 petak kolam dan bibit ikan.

“Saya termotivasi kembali ke desa, sebelumnya saya sudah punya bengkel dan finance di Surabaya. Ingin pulang kampung dan membangun desa,” kata Agus, seperti dikutip dari detik.com (29/11).

Agus memutuskan untuk menjalankan bisnis budidaya ikan lele karena di desanya sumber air sangat melimpah. Itulah salah satu alasan yang membuatnya tertarik bergelut di bidang perikanan.

Dalam menjalankan bisnis budidaya ikan lele, Agus menerapkan sistem central drain untuk menghemat air yang digunakan. Tak hanya itu dia juga memberikan pakan dan konsentrat yang berkualitas untuk lelenya sehingga hasilnya maksimal dan memenuhi standar.

“Kami beri pakan full pelet dengan kandungan protein di atas 30% dan vitamin, sirkulasi airnya juga selalu bersih. Sehingga dijamin hasil lelenya beda lebih kenyal dan enak bahkan untuk dibuat fillet dan sushi juga bagus,” ujar Agus.

Dengan sistem itu, dalam setahun Agus bisa mendapat 3 kali panen dengan hasil maksimum 3 ton untuk setiap petak kolam. Untuk bibit dan pakan membutuhkan modal Rp30.000.000, sedangkan dalam satu kali panen dia mendapatkan uang Rp42.000.000 untuk tiap empat petak.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

“Jadi ada keuntungan Rp12.000.000 per empat petak. Jika ada 28 petak tinggal mengalikan sendiri,” papar Agus.

Produksi lelenya itu dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan Banyuwangi, Surabaya, dan Bali. Agus juga membentuk komunitas Ekonomi Lokal untuk saling bertukar pikiran dan menjaga pasokan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Keuntungannya kalau komunitas harga jualnya kita diambil harga lebih tinggi dibanding pasar. Misalnya harga jual pasar Rp16.500 kita beli dari komunitas selisih Rp1.000, jadi membangun kepercayaan sekaligus meminimalisir tengkulak,” lanjut Agus.

Tak hanya menjual dalam bentuk mentah, Agus juga mengolah ikan hasil produksinya. Agus menyebut ikan lele yang diolahnya merupakan ikan dengan ukuran yang terlalu besar untuk dijual.

“Kalau lokal kan ukuran satu kilogram maksimal isi 7—8 ekor, kalau untuk diolah kita pakai yang satu kilogram isi 5—6 ekor. Kita buat bakso, nugget, tempura, fillet, dan crispy. Ternyata pasar lebih suka crispy dan nugget jadi kita dua macam saja sekarang,” ucapnya.

Dalam Gerakan 10 Ribu Kolam Ikan, kolam milik Agus menjadi lokasi yang dipilih oleh Pemkab untuk panen. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memuji semangat dan inovasi yang dilakukan Agus untuk menjadi seorang wirausaha.

loading...
loading...