Beternak Tikus Putih, Pria Ini Untung Jutaan Rupiah per Bulan


Pertanianku – Usaha peternakan rupanya menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Hal inilah yang membuat sebagian masyarakat tertarik untuk menggelutinya. Pasalnya, beberapa usaha peternakan bisa dimulai dengan modal yang kecil skala rumah tangga.

beternak-tikus-putih-pria-ini-untung-jutaan-rupiah-per-bulan

Salah satu usaha peternakan yang cukup potensial untuk dikembangkan adalah peternakan tikus putih. Mungkin sebagian orang menganggap tikus adalah hewan kotor dan menjijikkan. Namun, tahukah Anda jika tikus putih memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi?

Tikus putih banyak dicari masyarakat yang biasanya memelihara reptil dan burung pemangsa daging sebagai pakan mereka. Tak jarang juga tikus putih digunakan sebagai bahan penelitian.

Adalah Jefry, salah seorang peternak tikus putih asal Kelurahan Sukamoro, Kecamatan Talang Kelapa, Palembang, Sumatera Selatan. Ia merintis usaha ternak tikus putih ini sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan.

“Awalnya saya memang seorang pecinta hewan, dimana hewan-hewan yang saya pelihara ini perlu pakan, yakni tikus putih ini. Namun lama kelamaan saya iseng-iseng coba ternak sendiri tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan pakan hewan peliharaan saya saja, eh ternyata banyak teman yang juga minta tikus hasil ternakan saya. Dari sinilah saya melirik kesempatan tersebut sebagai peluang bisnis,” kata Jefry, seperti melansir Tribunnews (02/12).

Cara pemeliharaan tikus putih tak susah. Tikus putih juga mudah berkembang biak dengan pesat, serta relatif tidak membutuhkan modal dan lahan tidak terlalu besar. Cukup satu kali periode panen saja Anda sudah bisa balik modal.

“Pertama kali ternak lima ekor dulu, total modal saya sekitar Rp100.000 untuk mempersiapkan lahan pengembangbiakannya. Tapi, lama-lama sekarang sudah bisa mengembangkan sekitar 2.000 ekor perperiode panen. Dimana periode pengembangbiakannya sekitar 2—3 bulan. Meskipun begitu, tikus putih yang baru lahir juga sudah bisa dijual,” lanjut Jefry.

Baca Juga:  Guna Menekan Harga, Tata Niaga Daging Sapi Perlu Diubah

Jefry menambahkan, tikus putih baby atau pinkis ini biasa dijual dengan harga Rp10 ribu/tiga ekor. Sementara itu, tikus putih berukuran besar ia jual Rp5.000 per ekornya.

“Omzet per minggu yang saya dapat bisa Rp500.000. Biasanya konsumen yang rutin beli tikus putih ternakan saya adalah pemilik pet shop atau dari komunitas pecinta hewan,” ungkap Jefry.

Tingkat permintaan pasar terhadap tikus putih sangat besar. Sayang, beternak tikus putih masih belum banyak diminati banyak orang. Inilah kesempatan untuk menjalankan usaha ternak tikus putih masih terbuka lebar untuk Anda.

“Apalagi untuk permintaan ekspor juga tinggi saat ini, sehingga peluang usaha ini cukup besar,” tutup Jefry.

loading...
loading...