2 Jenis Jamur Kayu yang Aman Dikonsumsi

Pertanianku — Sejak dahulu, manusia sudah mengenal jamur sebagai bahan makanan. Di alam, setidaknya tumbuh lebih dari 100.000 spesies jamur yang berbeda. Sementara, jenis jamur yang bisa dibudidayakan baru berkisar 35 jenis. Beberapa jamur tumbuh di alam dan dikenal sebagai jamur kayu. Jenis jamur kayu yang aman dikonsumsi ternyata sudah bisa dibudidayakan juga.

Jamur tiram

jamur kayu yang aman dikonsumsi
Foto: pixabay

Jamur dengan nama ilmiah Pleutorus sp. ini dikenal dalam bahasa Inggris sebagai oyster mushroom. Penamaan ini sesuai dengan bentuk jamur tiram yang mirip dengan tiram. Warnanya putih dan bentuknya seperti tudung. Jenis jamur tiram yang biasa dibudidayakan dan dikonsumsi adalah jamur tiram putih, abu-abu, cokelat, dan merah.

Loading...

Ada dua tipe perkembangbiakan jamur tiram, yakni secara seksual dan aseksual. Secara aseksual, jamur tiram berkembang biak dengan spora. Sementara, secara seksual, jamur ini mengalami reproduksi dengan cara penyatuan dua jenis hifa.

Jamur tiram bisa ditemukan tumbuh di pohon. Budidaya jamur tiram biasa dilakukan dengan menggunakan baglog yang disimpan di dalam ruangan. Kunci budidaya jamur tiram terletak pada suhu dan kelembapan lingkungan budidaya yang harus selalu dijaga.

Olahan jamur tiram sudah bisa ditemukan dengan sangat mudah di pasaran. Anda bisa menjumpai jamur tiram diolah dengan cara ditumis, dijadikan keripik, hingga diolah menjadi pengganti daging. Harga yang terjangkau dan rasa yang nikmat membuat banyak orang menggemari jamur yang satu ini.

Jamur kuping

jamur kayu yang aman dikonsumsi
Foto: pixabay

Jenis jamur kayu yang aman dikonsumsi selain jamur tiram adalah jamur kuping. Jamur kuping dikenal sebagai Auricularia sp. dalam tata nama binomial nomenklatur. Di alam, jamur kuping biasa tumbuh pada kayu. Namun, budidaya jamur kuping sudah banyak dilakukan sehingga konsumsi jamur kuping biasanya berasal dari jamur budidaya.

Baca Juga:  Panduan Mudah Penggunaan Pupuk dan Pestisida

Jamur kuping memiliki warna kecokelatan. Disebut sebagai jamur kuping karena memiliki bentuk yang mirip dengan telinga, atau dalam bahasa Jawa disebut juga sebagai kuping. Jamur ini bereproduksi secara vegetatif dengan membentuk tunas, konidia, ataupun fragmentasi miselium. Sementara, secara generatif jamur kuping membentuk basidiokarp.

Budidaya jamur kuping bisa dilakukan di daerah dengan suhu tinggi ataupun rendah. Suhu optimal untuk budidaya jamur ini adalah 27 derajat Celcius. Setelah dipanen, jamur kuping bisa disimpan dengan dikeringkan sehingga lebih awet.

Loading...
Loading...