Petani: Pemerintah Lamban Tanggapi Harga Gabah Anjlok

Pertanianku – Saat ini harga gabah diperkirakan anjlok. Para petani di Sragen mengeluhkan pemerintah yang lambat merespons anjloknya harga gabah.

Suwarto, tani rukun makmur di Desa Bandung, Ngrampal, Sragen, mengatakan saat ini harga jual gabah basah Rp3.300 per kilogram. Sementara itu, untuk gabah kering Rp3.500 per kilogram. Harga jual tersebut berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP), yakni Rp3.700 per kilogram.

“Petani ini banyak yang rugi, pemerintah tidak mengambil langkah cepat, Bulog juga tidak beli, sama sekali tidak ada perhatian,” kata Suwarto, seperti dilansir Republika (13/2).

Anjloknya harga gabah tersebut, jelas dia, sebagai dampak kondisi cuaca dimana hujan terus turun tiap hari. Akbiatnya, kata dia, dari 1 hektare lahan sawah padi yang dimilikinya dan telah dipanen bulan ini, Suwarto hanya mampu meraup hasil jual gabah sebesar Rp18 juta. Padahal, pada panen raya sebelumnya, yakni pada Oktober tahun lalu, keuntungan berkisar Rp27 juta hingga Rp30 juta.

“Ini jatuh harganya, ada beberapa petani melon juga sama gagal karena buahnya busuk,” lanjutnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Warto, tani Marsudi Utomo, Desa Bener, Sragen. Dia mengatakan dari sekitar 400 meter persegi lahan, gabah yang dihasilkan hanya di kisaran 2 ton. Selain karena cuaca, dia juga mengeluh lantaran tanaman padinya banyak yang terserang hama wereng.

loading...
loading...