Hingga Agustus Kementan Serap Gabah Sebesar 4 Juta Ton


Pertanianku – Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sedang menargetkan menyerap gabah petani sebanyak 4 juta ton dalam waktu enam bulan hingga Agustus 2017 mendatang guna mengendalikan harga gabah yang anjlok ketika musim hujan seperti sekarang.

“Target kita adalah 4 juta ton dalam waktu enam bulan. Itu adalah arahan dari Presiden,” kata Menteri Amran, seperti melansir Okezone (24/2).

Lebih lanjut Amran menjelaskan gabah petani akan diserap melalui Bulog sebesar 70% pada tiga bulan ke depan dan target serapan per divisi regional Bulog akan dievaluasi capaiannya setiap hari.

Dalam Rapat Gabungan Percepatan Serap Gabah dan Pengamanan Harga, Amran mengatakan pemerintah harus mengendalikan harga gabah yang saat ini produksinya melimpah, tetapi harganya anjlok pada panen raya musim hujan.

Mentan menambahkan bahwa target serapan 4 juta ton beras ini optimis mampu dicapai karena pada 2016 Indonesia tidak mengimpor beras dengan dukungan Bulog yang menyerap gabah petani.

Upaya yang dilakukan Kementan untuk percepatan serapan gabah tahun 2017, yakni dengan melanjutkan Tim Serap Gabah Petani (TIM SERGAB) dan bermitra dengan swasta untuk dryer atau pengering gabah dan pergudangan.

Adapun Gabah Kering Panen (GKP) dengan kadar air 25% dan fleksibilitas gabah 20% tetap dibeli dengan harga pembelian pemerintah (HPP) GKP Rp3.700 per kg.

Kementan pun bekerja sama dengan 187.000 unit penggillingan dan mengoptimalkan 50.000 petugas penyuluh lapangan (PPL) bersama Babinsa TNI guna mewujudkan serap gabah Bulog 4 juta ton setara beras.

Dalam rapat koordinasi tersebut, hadir juga Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Direktur Utama Bulog Djarot Kusamayakti, Dirut PT SHS Syaeful Bahri, Dirut PT Pertani Wahyu, dan kepala dinas pertanian provinsi se-Indonesia.

Baca Juga:  Biaya Kesehatan Mahal, The Elders Dorong Indonesia Naikkan Cukai Rokok

Panglima TNI Gatot Nurmatyo mengatakan TNI akan mengawal pembelian gabah pada tingkat petani seharga Rp3.700.

“Kasihan petani yang telah bersusah payah menanam kalau harga yang diterima hanya Rp2.800. Saya minta Kodim agar membeli gabah langsung dari petani dan bila perlu disimpan di Kodim kalau tidak ada tempat penampungan lagi,” ucap Gatot.

loading...
loading...