Cabai Lokal Mahal, Masyarakat Beralih Membeli Cabai Impor Asal India


Pertanianku – Hingga saat ini harga cabai lokal dinilai belum stabil oleh masyarakat. Tak heran cabai impor mulai masuk di beberapa pasar tradisional di Indonesia. Salah satu daerah yang telah memasok cabai kering impor asal India, yakni di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan cabai rawit merah kering asal India lebih diminati masyarakat karena rasanya lebih pedas dibanding cabai rawit kering asal Cina.

“Cabai rawit kering asal India lebih disukai masyarakat, karena rasanya jauh lebih pedas dibandingkan cabai rawit kering asal Cina,” kata Wardiyati, seorang pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, belum lama ini seperti melansir dari Republika (27/2).

Bahkan, kata dia, banyak pembeli yang menolak membeli cabai rawit merah kering asal Cina, meskipun harganya lebih murah.

“Untuk tingkat penjualan bisa 10 banding 1 antara cabai rawit merah kering India dengan Cina,” tambahnya.

Oleh karena itu, pedagang di pasar setempat mencampur cabai rawit merah kering India dengan Cina sebagai usaha menurunkan harga, selain bisa menjual cabai rawit merah kering Cina.

“Cabai rawit merah kering asal India ciri-cirinya panjang dan bagus, sedangkan cabai asal Cina lebih besar,” lanjutnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Tulus seorang pedagang cabai di pasar setempat, pembeli cabai rawit kering asal India dan Cina kebanyakan pedagang makanan, karena harganya jauh lebih murah dibanding cabai rawit merah lokal.

“Cabai rawit asal India dan Cina juga banyak dijual di pasar tradisional seperti di Kecamatan Padangan dan Sumberrejo,” ucapnya.

Para pedagang di sejumlah pasar tradisional, menurut Tulus membeli dari pedagang besar untuk cabai rawit merah India Rp50.000 per kg dan cabai rawit merah Cina Rp40.000 per kg. “Harga cabai rawit merah kering India dan Cina stabil, baik di pedagang besar maupun pedagang kecil di pasar dalam dua bulan terakhir,” tuturnya.

Baca Juga:  Komoditas Kedelai Diprediksi Swasembada Tahun Depan

Sistem penjualan pedagang di pasar tersebut ada yang dengan cara memasukkan cabai ke dalam kantong plastik yang dihargai Rp3.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp15.000.

“Kalau saya bisa menjual cabai rawit kuning 1 ton per hari,” tutur Pasri pedagang asal Tuban.

loading...
loading...