Peluang Usaha Ternak Ayam Burma Untungnya Fantastis


Pertanianku – Bagi Anda yang bergelut di bidang peternaan pasti tidak asing dengan jenis ayam satu ini, dialah ayam burma. Beternak ayam burma dirasa lebih berpotensi. Hal ini karena nilai jual ayam burma cukup tinggi. Ditambah lagi biaya operasional produksinya tergolong cukup rendah.

Salah satu peternak ayam kampung bernama Suhirman warga Dusun Krebet, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, beralih menjalankan usaha ternak ayam burma karena dirasa cukup menjanjikan. Bahkan, dengan menjalankan usaha ternak ayam burma keuntungannya jadi berlipat ganda dari beternak ayam kampung. Suhirman bisa mengantongi omzet jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah untuk satu ekor ayam burma. Usaha yang sangat menjanjikan bukan?

Mulanya Suhirman membeli indukan dan pejantan dan satu anak ayam burma untuk langkah awal, selanjutnya ia ternakan sendiri.

“Untuk membeli anak ayam burma yang nantinya menjadi indukan atau pejantan harga per ekornya rata-rata sudah di atas Rp100.000. Sedangkan jika membeli ayam untuk indukan dan pejantan bisa diatas Rp10 juta,” kata Suhirman.

Meski modal pertama cukup mahal, untuk modal kembali tidak butuh waktu bertahun-tahun. Diutarakan Suhirman, paling cepat satu tahun anak ayam burma sudah bisa menjadi indukan dan pejantan.

“Jika sudah musimnya bertelur, warna telur ayam burma seperti telur bebek berwarna biru. Sedangkan pada ayam kampung cenderung berwarna putih,” ujarnya.

Suhirman menjelaskan setelah menetas, anak ayam usia kurang dari satu bulan per ekornya sudah bisa dijual dengan harga Rp100 ribuan per ekor.

“Jika anak ayam jantan, dan dipelihara hingga dewasa, serta mampu menang dalam kontes ayam burma maka harga satu ekor ayam pejantan yang menang kontes bisa mencapai puluhan juta,” ucap Suhirman.

Baca Juga:  Harga Madu Paling Mahal di Dunia Ini Bikin Melongo

Menurutnya, memelihara ayam burma sangat mudah, hanya selalu menjaga kandang tetap bersih, dan memberi makan secara teratur. Makanan tidak harus produk pabrikan seperti ayam petelur atau ayam potong.

“Ayam burma ini juga relatif lebih kuat dibandingkan ayam petelur, maupun ayam potong,”ujarnya.

Yang lebih menguntungkan lagi, memelihara ayam burma tidak perlu lahan yang luas seperti memelihara ayam petelur atau ayam potong. Hasilnya tak kalah dengan memelihara ayam petelur atau ayam potong.

loading...
loading...