Revolusi Oranye Penyelamat Buah-buahan Lokal


Pertanianku – Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang memiliki hamparan lahan yang sangat luas. Namun, ternyata memiliki lahan yang luas belum diimbangi dengan hasil bumi yang melimpah. Seperti yang kita tahu bersama, Indonesia belum cukup bersaing memasarkan hasil bumi seperti buah-buahan ke pasar internasional. Untuk itulah, sebuah program nasional dibuat yang berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai pengekspor buah lokal ke mancanegara.

Revolusi Oranye merupakan suatu program nasional yang bertujuan melakukan pengembangan buah lokal asli nusantara dengan skala industri yang digagas oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2013. Program ini dibentuk sebagai keprihatinan akan kondisi perbuahan nusantara yang belum mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun internasional.

Masalah utamanya karena buah lokal nusantara dianggap kurang berkualitas, kurang kesinambungan, dan belum konsisten produksinya. Selain itu, produktivitasnya juga dianggap masih sangat rendah, tata niaga perbuahan kurang efektif dan efisien karena kurang tersedianya infrastruktur dalam hal pengolahan dan pemasaran.

Revolusi oranye memiliki visi untuk mewujudkan kemandirian pangan dan konsumsi buah bagi seluruh rakyat Indonesia dan juga akan menjadikan Indonesia sebagai eksportir buah tropis terbesar di Asia Tenggara pada 2025 mendatang atau bertepatan pada HUT Kemerdekaan RI yang ke-100. Dan pada 2045 Indonesia menjadi lumbung buah tropis terbesar di dunia.

Dengan menghimpun para stakeholder, visi dari Revolusi Oranye akan dijabarkan dalam misi yang menargetkan luas perkebunan buah tropis di Indonesia akan bertambah sekitar 1.000.000 hektare hingga 2040 mendatang.

Angka tersebut bisa dicapai melalui pengembangan perkebunan buah dengan skala besar (>500 hektare) oleh BUMN perkebunan dan perkebunan buah skala menengah sekitar 50—500 hektare yang akan dilakukan oleh perkebunan swasta seluas total 139.500 hektare, dan perkebunan buah skala orchard sekitar 5—50 hektare. Yang terakhir dari petani dan kelompok tani buah seluas total 500.000 hektare.

Baca Juga:  Solok Kembangkan Agrowisata Durian, Seperti Apa Ya?

Sumber: Buku Potret Buah Nusantara

loading...
loading...