Kementan Targetkan 3 Juta Sapi Bunting pada 2017

0

Pertanianku – Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program untuk menargetkan 3 juta ekor sapi bunting pada 2017. Hal ini bertujuan Indonesia mampu mengekspor daging sapi seiring dengan impian Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

“Sebab Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi negara pengekspor,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita melalui siaran pers, seperti dilansir Republika (7/3).

I Ketut Diarmita mengatakan, salah satu kegiatan penting mewujudkannya adalah melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang berorientasi pada peningkatan populasi. Dengan begitu, Indonesia akan mencapai swasembada protein hewani asal ternak. Peningkatan populasi tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan impor.

“Untuk mensukseskannya, maka kita perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan peran aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ketut menjelaskan pendekatan untuk melibatkan peran aktif masyarakat perlu dilakukan terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Saat ini populasi sapi dan kerbau di Indonesia sekitar 13,5 juta ekor.

Salah satu wilayah yang merespons baik Upsus adalah Sumatera Barat. Ia menjelaskan, belum lama ini pihaknya baru meresmikan peternakan sapi bali yang dibangun terintegrasi dengan UPT Pembibitan Sapi di Air Runding menjadi pusat pengelolaan hewan ternak. Dengan diresmikannya peternakan tersebut, kini Sumatera Barat memiliki dua pembibitan sapi, yakni di Padang Mangatas Kabupaten Lima Puluh Kota dan di Air Runding, Pasaman Barat.

Khusus untuk Sumatera Barat target jumlah akseptor sebanyak 111.293 ekor dengan jumlah kebuntingan 75.659 ekor dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 61.300 ekor. Sementara itu, untuk Kabupaten Pasaman Barat target akseptor 4.615 ekor dengan jumlah kebuntingan dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 3.091 ekor.

loading...
loading...