Mentan akan Pasok Benih Jagung ke Jawa Timur


Pertanianku – Guna mendongkrak pertanian tanah air, lagi-lagi Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman merancang program bersama Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Jawa Timur (Jatim) segera mengusulkan calon petani dan calon lahan (CPCL) yang akan diberikan bantuan benih jagung di Jawa Timur. CPCL yang digarap Gempita merupakan petani yang berasal dari kalangan pemuda (calon petani) dan lahan tidur (calon lahan).

Gempita Jatim telah mengumpulkan CPCL bantuan jagung seluas 50 ribu hektare. Mentan langsung memerintahkan pengurus Gempita Jatim agar segera mengirim CPCL yang mau diajukan ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan). “Segera kirim CPCL-nya biar segera diproses,” kata Amran dalam kunjungan kerjanya di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (7/3).

Dalam kunjungan ke Jawa Timur belum lama ini Amran melakukan panen raya padi dan mempercepat serap gabah petani. Kabupaten Lamongan menjadi pembuka, kemudian Tuban, Bojonegoro, dan berlanjut ke seluruh tanah air.

Korwil Gempita Jatim mengajukan CPCL seluas 50 ribu hektare untuk tanaman jenis jagung. Pengajuan itu selaras dengan program Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan memberdayakan lahan tidur, menjadi lahan produktif khususnya untuk tanaman jagung.

Dengan pengajuan seluas 50 ribu hektare untuk lahan jagung, di sisi lain juga akan menjadi kontribusi bagi penyediaan bahan pangan jenis jagung. Terlebih untuk Jawa Timur yang menjadi sentra pemasok jagung terbesar di tingkat nasional dan bahkan siap ekspor.

Ketua Korwil Gempita Jatim, Durrul Izza Alfatawi menyatakan instruksi dari Menteri Pertanian Amran terkait segera diajukan CPCL jagung seluas 50 ribu hektare sudah ditindaklanjuti.

“Kami sudah menyiapkan form pengajuan baik secara hard dan soft copy, serta akan dikirim langsung seketika itu juga,” ujarnya.

Baca Juga:  Komoditas Pangan Satu Ini Jadi Primadona Industri Pertanian

Ketua Koordinator Daerah (Korda) Gempita Kabupaten Lamongan Ahmad Yani, menyatakan untuk daerahnya banyak lahan tidur yang kurang produktif. Kini bisa dijadikan lahan produktif setelah ditanami jagung. Program ini juga turut menjadi semangat di kalangan petani muda di daerah tersebu. Banyak petani muda saat ini menyatakan siap membantu swasembada jagung di tanah air.

loading...
loading...