Fakta Menarik Burung Maleo Asal Kalimantan


Pertanianku – Burung maleo merupakan burung endemik (hanya hidup secara alami di suatu kawasan) di Pulau Sulawesi. Burung ini endemik di hutan tropis dataran rendah Pulau Sulawesi seperti di Gorontalo (Bone Bolango dan Pohuwato) dan Sulawesi Tengah (Sigi dan Banggai).

Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecokelatan, kaki abu-abu, paruh jingga, dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Jantan dan betina serupa. Burung betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan.

Berikut beberapa fakta menarik burung maleo yang wajib Anda ketahui.

  1. Burung ini tidak suka terbang

Meskipun memiliki sayap dengan bulu yang cukup panjang, ia lebih senang berjalan daripada terbang.

  1. Memiliki tonjolan di kepala

Maleo memiliki tonjolan (tanduk atau jambul keras berwarna hitam) di kepala. Pada saat masih anak dan remaja, tonjolan di kepala ini belum muncul, tetapi pada saat menginjak dewasa tonjolan ini pun mulai tampak. Diduga tonjolan ini dipakai untuk mendeteksi panas bumi yang sesuai untuk menetaskan telurnya.

  1. Habitat dekat sumber panas bumi

Maleo hanya bisa hidup di dekat pantai berpasir panas atau di pegunungan yang memiliki sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Sebab, di daerah dengan sumber panas bumi itu, maleo mengubur telurnya dalam pasir.

  1. Telur burung maleo berukuran besar

Maleo memiliki ukuran telur yang besar, mencapai 5 kali lebih besar daripada telur ayam. Beratnya antara 240—270 gram tiap butirnya.

  1. Maleo tidak mengerami telurnya.

Telur burung endemik ini dikubur sedalam sekitar 50 cm dalam pasir di dekat sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Telur yang ditimbun itu kemudian ditinggalkan begitu saja dan tak pernah diurus lagi. Suhu atau temperatur tanah yang diperlukan untuk menetaskan telur maleo berkisar antara 32—35°C. Lama pengeraman pun membutuhkan waktu sekitar 62—85 hari.

  1. Monogami
Baca Juga:  Kunjungan Wisatawan Pulau Komodo Perlu Ditata Ulang

Maleo adalah monogami spesies (antipoligami) yang dipercaya setia pada pasangannya. Sepanjang hidupnya, ia hanya mempunyai satu pasangan. Burung ini tidak akan bertelur lagi setelah pasangannya mati.

loading...
loading...