Harga Cabai Rawit di Tingkat Petani Turun Hingga Rp40.000 per Kg

0

Pertanianku – Beberapa hari lalu harga komoditas pangan khususnya cabai rawit merah mulai berangsur turun. Pada Desember 2016 lalu harga cabai rawit lebih mahal dibanding harga 1 kg daging sapi.

Menurut Staf Usaha dan Pengembangan PD Pasar Induk Suminto, biasanya kenaikan harga cabai rawit merah hanya berlangsung 20 hari. Namun, kali ini harga tinggi cabai rawit merah bertahan hingga tiga bulan.

Harga cabai rawit merah di pasar khususnya pasar induk mulai mengalami penurunan. Suminto mengatakan harga cabai rawit merah tertinggi pada 4 Maret sebesar Rp123 ribu per kg, tetapi saat ini sudah mencapai Rp68 ribu per kg.

“Itu cabai rawit merah untuk jenis Muntilan dan Rembang,” kata Suminto, seperti melansir Republika, belum lama ini (22/3).

Turunnya harga cabai disebabkan oleh meningkatnya pasokan ke pasar akibat turunnya harga di tingkat petani. Di sejumlah sentra produksi di Pulau Jawa seperti Magelang, Kediri, Sleman, dan Temanggung, harga cabai rawit merah tingkat petani turun hingga mencapai Rp40.000 per kg.

Meski telah berangsur turun, pihaknya tidak puas dengan harga tersebut yang dianggap belum realistis. Ia berharap harga cabai rawit merah bisa mencapai Rp25.000 per kg. Itu artinya ada selisih lebih dari Rp40.000 lagi yang perlu diatasi.

Bahkan, Suminto yakin harga akan tetap terkendali menjelang Ramadan hingga Idul Fitri Juli mendatang. Hal ini karena di beberapa daerah mulai memasuki masa panen.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono menyatakan, ketersediaan cabai rawit bulan ini diperkirakan mencapai 75.465 ton dengan kebutuhan 68.472 ton. Angka kebutuhan cabai rawit merah diakuinya terus mengalami peningkatan pada bulan-bulan ke depan, tetapi produksi cabai rawit merah masih mencukupi kebutuhan tersebut. “Sedikit over produksi,” kata Spudnik.

loading...
loading...