Raup Omzet Hingga Puluhan Juta dari Kicauan Burung Murai Batu


Pertanianku – Burung murai batu memang terkenal dengan kicauannya yang indah. Banyak orang terutama kaum pria memelihara burung kicau, baik yang sekadar hobi maupun untuk diikutsertakan dalam kontes burung. Namun, kini burung murai batu semakin langka.

Murni Setiawan Zega, akhirnya terinspirasi untuk membuat penangkaran burung murai batu di kediamannya Helekali, Kota Gunungsitol, Sumatera Utara.

Murai batu asal Nias memiliki dua jenis, yakni murai batu ekor putih dan murai batu ekor hitam yang paling banyak diburu pencinta burung kicau. Selain suaranya merdu dan kencang, murai batu asal Kepulauan Nias, Sumatera Utara, banyak variasi nadanya, bentuk ekornya bisa memanjang ke bawah mencapai dua puluh hingga tiga puluh sentimeter.

Ketika berkicau, burung murai pandai meniru kicau suara yang ada di sekitarnya seperti meniru suara air terjun dan suara binatang. Dengan berbagai kelebihannya itu, wajar saja banyak orang kepincut membudidayakan murai batu, apalagi burung ini bernilai ekonomis tinggi.

Bisnis burung murai memang menjanjikan. Untuk yang masih anakan saja, Murni bisa menjual Rp1,2 juta per ekornya. Sementara itu, indukannya bisa dibanderol hingga Rp3 juta, tergantung jenis burung yang dipesan.

“Jika burung yang sering menang lomba, lebih dari Rp5 juta,” ujarnya.

Banyak pencinta burung rata-rata kesulitan mendapatkan anakan burung murai batu. Anakan tersebut nantinya akan dilatih untuk ikut kontes kicau burung, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Kini, Murni membudidayakan ratusan ekor murai batu layak jual. Dirinya mengklaim, dari hasil pembudidayaan bisa menjual sekira 5—12 ekor murai setiap bulannya dengan omzet hingga puluhan juta rupiah.

Bagaimana, tertarik mencoba budidaya burung murai batu?

Baca Juga:  Jangkrik Ini Dijual Rp100-an Juta!
loading...
loading...