Bangkitkan Gairah Peternakan Sapi di Indonesia dengan KUR


Pertanianku – Masih banyak peternakan sapi di Indonesia yang membutuhkan perhatian dari pemerintah. Terlebih soal Kredit Usaha Rakyar (KUR) dari lembaga penyalur kredit guna meningkatkan usaha peternakan sapi. Ini pula yang terjadi pada peternakan sapi yang berada di daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sejauh ini kita belum ada skema KUR untuk petani peternak sapi kita di Nusa Tenggara Timur,” kata Dani Suhadi, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, beberapa waktu lalu seperti dilansir dari Antaranews (20/4).

Dani mengatakan, usaha peternakan akan lebih berkembang pesat jika peternak dibantu melalui KUR dari lembagaa kredit atau perbankan dengan perlakuan khusus seperti menurunkan bunga pinjaman.

“Jika KUR usaha peternakan sapi untuk memperkuat pembibitan, produksi bakalan sapi untuk potong maupun bibit maka harus ada kebijakan waktu pengembalian yang dibuat agak lama,” tambahnya.

Terlebih hal tersebut dikarenakan usaha pembibitan membutuhkan waktu 4—5 tahun untuk bisa menunjukkan hasilnya. Dani mengatakan peternak membutuhkan waktu untuk menyiapkan padang pengembalaan dan lahan pakan sekitar setahun.

Selanjutnya, kata Dani, baru mendatangkan dengan bibit sapi yang sekurangnya-kurangnya juga membutuhkan waktu 2—3 tahun untuk berproduksi. “Selama persiapan itu kan peternak belum bisa menghasilkan sesuatu, makanya waktu pengembalian harus dibuat agak lama misalnya tahun ketiga dengan bunga terjangkau 4—5 persen,” lanjutnya.

Menurutnya, jika pola pemberian KUR dilakukan seperti itu maka dipastikan banyak petani peternak di Nusa Tenggara Timur yang berminat untuk mengembangkan usaha peternakannya. “Petani NTT ini kan istilahnya tinggal diajarkan sedikit input-nya maka langsung bisa karena memang kebiasaan beternaknya sudah ada,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Dani berharap lembaga perbankan ataupun nonperbankan sebagai penyalur kredit setempat dapat menyalurkan pinjamannya untuk membantu pengembangan sektor peternakan terutama sapi karena memiliki peluang yang besar.

Baca Juga:  Indonesia Perlu Belajar dari Denmark Demi Bangun Pertanian Dalam Negeri

Peternakan sapi, katanya, merupakan usaha peternakan unggulan di NTT dan populasinya pun terus meningkat setiap tahun, baik digunakan untuk mendukung kebutuhan konsumsi dalam daerah maupun diantarpulaukan.