Gunung Kidul Tetap Jadi Sentra Sapi Andalan RI


Pertanianku – Salah satu sentra pembibitan sapi andalan Indonesia adalah di Kecamatan Wonosari dan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Hal tersebut membuat Dinas Pertanian Yogyakarta berharap optimis akan produksi sapi di daerah tersebut dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan daging sapi.

“Dua kecamatan di Gunung Kidul itu kami harapkan tetap menjadi sentra pembibitan sapi putih andalan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY Sutarno di Yogyakarta, beberapa waktu lalu dilansir dari Antaranews (21/4).

Sutarno mengatakan, Gunung Kidul telah menjadi perhatian pemerintah pusat sebagai wilayah potensial pengembangbiakan sapi putih.

Pada awal 2015 lalu, pemerintah telah menargetkan menyalurkan sebanyak 500 sertifikat berupa surat keterangan layak bibit (SKLB) sehingga menghasilkan sapi yang berkualitas tinggi di pasaran.

“Saat ini di Kecamatan Playen dan Wonosari ada 20 kelompok beranggotakan 300 peternak yang fokus pada pembibitan sapi putih,” tambahnya.

Jika dilihat dari kabupaten lainnya, Sutarno mengungkapkan, Gunung Kidul memiliki kondisi alam lebih unggul untuk pembibitan sapi. Sebagian besar pembibitan itu dilakukan langsung oleh para peternak rumahan di ladang masing-masing yang masih banyak terhampar hijauan pakan ternak berkualitas.

Lebih lanjut Sutarno menyebutkan hingga saat ini Gunung Kidul memiliki 150.000 sapi atau 50% dari total populasi sapi di DIY yang mencapai 310.000 ekor sapi. Dari seluruh populasi sapi yang ada di Gunung Kidul 30—40 persen di antaranya merupakan sapi putih atau peranakan ongole (PO).

Sapi putih, menurut dia, masih menjadi perhatian khusus pemerintah pusat untuk menunjang swasembada sapi nasional. Sapi putih atau sapi jawa memiliki keunggulan tersendiri dibanding sapi peranakan limousin, simental, dan sapi blasteran.

Baca Juga:  Pemerintah Targetkan Lampung Jadi Lumbung Udang Nasional

Indukan sapi putih lebih produktif atau cepat berkembang biak daripada sapi lainnya. Selain itu, sapi putih juga relatif membutuhkan biaya perawatan yang murah serta lebih mampu menyesuaikan berbagai cuaca dibandingkan dengan jenis sapi lain.

Oleh karena itu, hingga 2016 pemerintah memberikan insentif Rp600.000 bagi para peternak yang memiliki sapi putih bunting di Gunung Kidul agar dapat mempertahankan dan meningkatkan perawatannya.

loading...
loading...