Stok Ikan di Indonesia Meningkat


Pertanianku – Ikan merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia memiliki hasil tangkapan laut yang amat melimpah. Bahkan, ketika stok ikan di dunia mengalami penurunan yang signifikan, stok ikan di Tanah Air justru meningkat. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja.

Meningkatnya stok ikan bukan tanpa alasan terjadi. Pasalnya, kini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja keras untuk mencegah illegal fishing yang kerap terjadi. Hal inilah yang membuat ikan dapat bereproduksi dengan baik dan juga meningkatkan ikan yang lebih besar.

“Alhamdulillah di Indonesia karena sudah tidak ada illegal fishing stok ikan meningkat. Sebelum tahun 2014 stok ikan mencapai 6,5 juta ton, tahun 2015 stok ikan mencapai 7,3 juta ton dan di tahun 2016 stok ikan mencapai 9,9 juta ton,” kata Sjarief Widjaja, sebagaimana melansir Antaranews (5/5).

Pihaknya menyatakan bahwa setelah illegal fishing diberantas, kemudian diteliti ternyata stok ikan di Indonesia cukup bagus. Syarief mengatakan data tersebut didapat dari 816 pelabuhan, yang selalu di-update setiap harinya.

“Ternyata tren ikannya membaik, mulai dari volumenya naik, ukuran ikannya lebih besar. Artinya, ikan punya kesempatan hidup lebih banyak. Kalau dulu ikannya semakin kecil dan akhirnya lama-lama habis,” tambahnya.

Berbeda halnya sekarang, kata ia menambahkan, tren ikan Indonesia membaik karena ukuran ikannya membesar. Ia melanjutkan, di antara 35 negara anggota Indian Ocean Tuna Commision (IOTC), stok ikan Indonesia terbanyak kedua setelah Cina.

“Jadi sebetulnya dari konstelasi dunia, Indonesia merupakan negara perikanan yang masih dihormati,” ucapnya.

Dikatakan Sjarief, dalam pertemuan IOTC yang akan diselenggarakan di Yogyakarta 22—25 Mei 2017, Indonesia ingin mengajak negara anggota IOTC supaya bersama-sama memerangi illegal fishing.

Illegal fishing itu mengatasnamakan negara. Padahal, sebetulnya illegal fishing ini bukan dilakukan atas nama negara, melainkan oknum pelaku yang membawa nama negara masing-masing.

Baca Juga:  Halau Penyakit Rhinitis dengan Perbanyak Konsumsi Ikan Salmon

“Karena itu kami ingin mendorong Negara anggota IOTC mesti harus mengendalikan pelaku dan perilaku dari anggotanya supaya tidak melakukan hal-hal yang merugikan mereka sendiri,” tutupnya.

loading...
loading...