Sebelum Gempa Cilacap, Nilai Tukar Petani Yogya Naik


Pertanianku – Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala richter mengguncang barat daya Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis malam (3/8). Gempa Cilacap tersebut juga turut dirasakan warga Yogyakarta. Hal ini membuat banyak warga berhamburan ke luar rumah.

“Gempa terasa cukup besar sampai kita keluar rumah,” jelas Anang, warga Imogiri Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Bahkan Anang sempat mengira, gempa bumi yang dirasakan berpusat di Bantul. “Eh ternyata pusat gempa di barat daya Cilacap Jateng,” ujarnya. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Sebelum gempa dirasakan warga Yogyakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data statistik Kota Yogyakarta. Salah satu data yang dirilis adalah nilai tukar petani (NTP).

Kepala BPS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), JB Priyono mengatakan, pada Juli 2017, NTP DIY mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya. “NTP Juli sebesar 102,92 sedangkan Juni 102,59,” ungkap Priyono.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di pedesaan, kenaikan NTP ini disebabkan oleh indeks harga produk pertanian yang diterima petani lebih besar dibanding indeks harga barang dan jasa yang dibayar petani. Kenaikan indeks NTP yang tercatat pada bulan Juli 2017 terjadi di tiga subsektor.

Subsektor pertama adalah subsektor peternakan yang mengalami kenaikan indeks sebesar 1,39 persen. Setelah itu, diikuti oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,54 persen dan subsektor hortikultura naik sebesar 0,09 persen. Sementara, subsektor tanaman pangan mengalami penurunan indeks sebesar 0,48 persen. Selain itu, subsektor perikanan juga turun 0,53 persen.

Lebih lanjut ia mengatakan, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. Selain itu, NTP menunjukan daya tukar atau term of trade antara produk pertanian yang dijual petani dengan barang dan jasa yang dibutuhkan petani dalam melakukan kegiatan produksinya.

Baca Juga:  Kementan: Unggas Masih Jadi Pilihan Utama Sumber Protein

“Dengan membandingkan dua angka perkembangan angka itu, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil taninya,” ucapnya.

loading...
loading...