3 Rempah Sakti Milik Indonesia Rebutan Penjajah

Pertanianku — Indonesia memiliki rempah yang sangat melimpah dan sejak dulu dikenal oleh penjajah Portugis, Belanda, dan Inggris. Rempah merupakan segala tanaman yang dapat diolah menjadi obat, makanan, ataupun wewangian. Nah, ada 3 rempah sakti milik Indonesia yang menjadi magnet bagi penjajah untuk mengambil harta karun ini. Apa sajakah itu?

rempah sakti milik Indonesia
Foto: Google Image

1. Merica

Faktanya, merica merupakan bahasa India. Dahulu, orang India berlayar ke Indonesia dan menanam bibit merica di Banten, Jawa Barat.

“Merica bahasa India, tapi kita nyebutnya sahang. Sampai sekarang orang Sumatera, Kalimantan, masih menyebut merica sahang. Merica itu bahasa komersial,” demikian diceritakan arkeolog, Junus Satrio Atmudjo.

2. Cengkih

Minyak cengkih ternyata dipakai untuk mengawetkan mumi raja-raja Mesir pada abad ke-10 sebelum Masehi (SM). Khasiatnya bisa membunuh jamur dan mematikan organisme pembusukan dalam tubuh manusia.

Tapi, tahukah Anda kalau cengkih adalah rempah asli Indonesia? Cengkih berasal dari Ambon, Maluku. Belanda melakukan pelayaran ke Mongi, Maluku dan menemukan kekayaan cengkih di sana. Merekalah pelaku utama yang menyebabkan harga cengkih melebihi emas.

“Pohon-pohon cengkih itu ditebangin sama mereka supaya harga cengkih naik. Biar keuntungannya besar. Itu yang menyebabkan Pattimura memberontak,” sambung Junus.

3. Pala

Rempah ini pun tak kalah populer. Tumbuhan ini asli dari Indonesia, meskipun pohon pala menjulang besar dan panennya tidak terlalu banyak. Cengkih dan pala yang asli Indonesia itu pun dibawa Inggris ke luar negeri. Inggris membawa ke negara-negara yang juga memiliki iklim tropis, yaitu Srilanka dan Zanzibar di Afrika.

“Jadi, pala, cengkih yang dibawa dari Ambon akhirnya ditanam di India dan Afrika. Sejak itu harganya turun,” katanya.

Baca Juga:  Secang, Rempah Pemberi Warna Merah
Loading...