3 Sistem Budidaya Lele Mutiara, Pilih yang Cocok dengan Kantong


Pertanianku — Sejak pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia, lele dumbo menjadi primadona di industri ikan konsumsi. Salah satu varietas yang termasuk lele dumbo unggulan ialah lele mutiara. Ada 3 sistem budidaya lele mutiara yang bisa Anda pilih dan sesuaikan dengan kondisi lingungan serta kantong Anda.

3 sistem budidaya lele mutiara
Foto: Google Image

Ketiga alternatif sistem budidaya yang bisa digunakan untuk pembesaran lele mutiara di antaranya sistem total akuakultur (TA), sistem akuaponik, dan sistem konvensional. Berikut ini penjelasan singkat sistem budidaya lele mutiara, mengutip buku Lele Mutiara.

  1. Sistem total akuakultur (TA)

Sistem ini bermakna penerapan semua unsur yang memengaruhi produktivitas budidaya secara simultan dan sebaik mungkin. Dengan demikian, apabila timbul kendala yang dapat menurunkan produktivitas, bisa diatasi lebih dini. Pada sistem ini, usaha budidaya yang umumnya dikembangkan adalah usaha pembesaran.

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menerapkan teknologi TA pada pembesaran lele mutiara meliputi persiapan kolam, persiapan benih, persiapan pakan, manajemen pemeliharaan, dan kontrol harian.

  1. Sistem akuaponik

Akuaponik adalah sistem budidaya ikan dengan tanaman, biasanya tanaman sayur. Sistem ini terbukti hemat lahan dan air dengan produksi ganda, yakni ikan dan sayuran. Secara teknis, akuaponik mampu meningkatkan produksi lele.

Prinsip sistem akuaponik hampir serupa dengan sistem total akuakultur. Perbedaannya hanya terdapat pada penggunaan tanaman sebagai filter. Penggunaan filter tersebut menjadikan pemakaian probiotik dapat dihlangkan pada sistem akuaponik.

  1. Sistem konvensional

Usaha budidaya lele mutiara yang bisa diaplikasikan pada sistem konvensional adalah pendederan dan pembesaran. Pendederan sendiri terdiri atas tiga tahap. Pendederan pertama dilakukan selama 2—3 minggu secara indoor, lalu dilanjutkan pendederan kedua selama 2—3 minggu secara outdoor. Pendederan ketiga juga dilakukan selama 2—3 minggu. Kemudian tahap berikutnya ialah pembesaran lele mutiara selama 50 hari.

Baca Juga:  Panen Ikan di Kolam Terpal, Hasil Melimpah Walau Lahan Sempit
loading...
loading...