3 Teknik Pascapanen Bunga Mawar agar Tidak Kehilangan Kualitasnya

Pertanianku — Bunga mawar yang sudah dipanen mudah atau cepat layu. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan beberapa teknik pascapanen bunga mawar untuk mempertahankan kualitasnya agar tetap bernilai tinggi.

teknik pascapanen bunga mawar
foto: pertanianku

Untuk memperbaiki bunga yang layu perlu melakukan conditioning atau hardening. Air suling ditambahkan asam nitrat dan germisida mampu memperbaiki turgor bunga mawar. Sementara, tangkai bunga mawar dimasukkan ke larutan pengawet sedalam 2—4 cm, lalu letakkan dalam ruangan bersuhu kamar, tunggu hingga bunga menjadi segar kembali. Berikut ini beberapa teknik pascapanen bunga mawar agar tidak layu setelah dipanen.

Pulsing

Loading...

Teknik pulsing dilakukan dengan merendam bagian ujung tangkai bunga ke dalam larutan yang terbuat dari gula, asam nitrat, dan gemisida selama beberapa jam dan bisa sampai dua hari lamanya. Kandungan gula yang digunakan pada teknik ini lebih banyak dibandingkan teknik lain.

Namun, waktu perendaman harus tepat karena bunga mawar sangat rentan terhadap kandungan gula. Pasalnya, bunga yang direndam terlalu lama malah membuat kelopak bunga dan daunnya jadi terbakar.

Metode ini cocok dilakukan untuk menyimpan bunga dalam jangka waktu lama atau saat akan menempuh proses distribusi yang jauh. Teknik pulsing bisa dilakukan saat bunga sebelum dikirim ke pasar. Tujuan dari teknik ini adalah membekali nutrisi kepada bunga agar dapat bertahan saat mengalami perubahan lingkungan seperti fluktuasi suhu.

Konsentrasi sukrosa yang bisa digunakan sebanyak 3 persen dan ditambahkan dengan asam sitrat 320 ppm.

Holding

Holding dilakukan dengan merendam tangkai bunga ke dalam larutan rendah gula, germisida, dan asam sitrat selama dua hari lebih. Sukrosa yang digunakan jelas lebih sedikit, yakni sekitar 1,5—2 persen ditambah asam sitrat 320 ppm.

Baca Juga:  Tanaman Perkebunan yang Berpotensi Mendulang Rupiah

Penyimpanan

Faktor yang mampu menentukan ketahanan simpan bunga mawar adalah kondisi genetik serta kondisi eksternal di tempat penyimpanan seperti suhu, kelembapan, cahaya, komposisi udara, dan sirkulasi udara.

Bunga mawar yang disimpan tidak boleh terlipat, patah, tergores, atau luka fisik lainnya. Luka tersebut dapat memproduksi etilen, kehilangan air, dan infeksi jasad renik selama penyimpanan. Bunga yang disimpan juga dan harus bebas hama serta penyakit.

Suhu rendah berfungsi untuk menekan kehilangan air, mempertahankan kualitas bunga, serta menghambat infeksi bakteri dan cendawan. Jika bunga disimpan dengan metode kering, memerlukan kelembapan yang tinggi.

 

 

 

 

Loading...
Loading...