4 Tanaman Obat Ini Wajib Ada di Pekarangan Anda

Pertanianku — Sejak dulu, leluhur kita telah mengenal proses penyembuhan dengan meracik obat yang dihasilkan dari ekstrak tanaman obat asli Indonesia. Itu sebabnya, beragam tanaman yang dapat dijadikan obat tradisional amat mudah kita temukan di sekitar pekarangan rumah. Nah, berikut ini 4 jenis tanaman obat yang direkomendasikan untuk ditanam di pekarangan rumah Anda.

jenis tanaman obat
Foto: Tanaman jeruk nipis di pekarangan rumah (Pixabay)
  1. Lengkuas

Lengkuas merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa dijadikan alternatif obat untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti panu dan kutu air. Bagi penderita penyakit kulit, disarankan untuk memilih jenis lengkuas putih dan lengkuas merah yang diambil bagian rimpang (akar tinggal atau sisa serabut).

Proses penggunaan lengkuas bisa dilakukan dengan menumbuk dan menghasilkan minyak atsiri sebagai antimikroba dan antijamur. Cara pembuatannya dengan dihaluskan, kemudian diberi air secukupnya dan dioleskan pada bagian yang sakit. Penggunaannya bisa dilakukan sehari sekali.

Loading...

Lengkuas merah juga efektif untuk menurunkan demam. Caranya, minum air perasan lengkuas merah yang sudah ditambahkan madu.

  1. Jeruk nipis

Jeruk nipis memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti obat batuk, obat penurun panas, obat pegal linu, dan obat meredakan nyeri haid. Cara pembuatannya juga mudah, dengan memeras buah tersebut dan ambil sarinya, kemudian diminumkan penderita batuk.

Kalau untuk obat nyeri haid, sari yang tadi diambil bisa ditambahkan dengan minyak kayu putih dua sendok makan dan daun kapur sirih sebesar biji asam. Aduk, lalu oleskan di bagian perut dan punggung.

Beberapa kandungan yang terdapat dalam jeruk nipis adalah asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri, damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1, dan vitamin C.

  1. Seledri

Tanaman seledri yang biasa digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak, ternyata juga berguna sebagai alternatif untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Bagian seledri yang digunakan untuk pengobatan yakni daun dan herbanya. Diketahui, herba seledri mengandung flavonoid, firanokumarin, manitol, dan minyak atsiri.

Baca Juga:  Mahasiswa UGM Kembangkan Jahe Merah Jadi Obat Sakit Ginjal

Dalam herba seledri juga mengandung flavonoid apigenin yang dapat menurunkan tekanan darah. Air rebusan seledri juga bisa dimanfaatkan untuk memperlancar pengeluaran air seni. Sementara, senyawa finokumarin dalam herba seledri dapat memicu terjadinya reaksi alergi.

  1. Daun serai wangi

Jenis tanaman lain yang bisa dijadikan obat tradisional yakni daun serai wangi. Dalam rilis dari Kemenkes, daun akar wangi berkhasiat sebagai penghangat badan, peluruh keringat, dan obat kumur.

Adapun kandungan yang terdapat dalam daun serai wangi meliputi saponin, flavonoid, polifenol, dan lainnya. Daun serai wangi juga bisa dijadikan sebagai obat pegal linu. Cara membuatnya cukup mudah. Serai direbus dengan dua gelas air sampai menyusut kira-kira menjadi satu gelas, dinginkan, kemudian saring dan minum selagi hangat.

Untuk penggunaan daun serai wangi ini, disarankan dengan dosis 2 × 2 gram bonggol serai per harinya. Ramuan ini, perlu diperhatikan karena mengandung efek samping alergi kulit pada beberapa orang yang sensitif terhadap serai.

Loading...
Loading...