5 Cara Atasi Hama Orong-orong pada Tanaman Padi

Pertanianku — Orong-orong atau yang juga dikenal dengan anjing tanah merupakan hewan karnivora namun juga dikenal dengan pemakan segalanya, baik larva serangga lain, cacing maupun rumput dan akar tanaman. Oleh sebab itu, hama orong-orong menjadi musuh para petani, khususnya tanaman padi. Nah, berikut ini cara mengatasi atau membasmi hama orong-orong pada tanaman padi.

hama orong-orong
Foto: Pixabay

Gejala serangan hama orong-orong

Terdapat lubang 2—3 cm, di area tanaman. Akar tanaman akan habis, dimakan orong-orong. Tanaman layu, menguning dan bahkan mati mendadak. Tidak hanya akar, tetapi orong-orong juga menyerang batang muda. Dampaknya, batang akar bergerigi dan lama-kelamaan akan berlubang sehingga tanaman mati. Serangan hama tersebut bisa Anda atasi dengan 5 cara berikut ini.

Loading...

1. Cara pengendalian hama orong-orong lahan sawah dan darat

Lahan sawah dilakukan pencegahan dengan membuat lahan rata, agar air dapat menggenangi lahan secara merata. Cara ini dapat menekankan perkembangan dan mengurangi risiko hama serta kerusakan tanaman padi. Sebelum proses penanaman padi dilakukan, sebaiknya lahan digenangi selama 5—7 hari. Cara ini dapat menekankan populasi dan penyebaran hama orong-orong.

2. Cara pengendalian hama orong-orong secara mekanik

Pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan cara menangkap dan membunuh hama orong-orong. Cara ini dilakukan saat melakukan pengelolahan lahan atau sebelum melakukan penanaman tanaman padi.

3. Cara pengendalian hama orong-orong secara bahan alami dan insektisida

Pengendalian hama orong-orong secara bahan alami dilakukan dengan memanfaatkan sekam padi sebagai umpan. Dilakukan dengan cara mencampurkan sekam dengan insektisida, kemudian diletakkan di lokasi lahan. Cara ini sangat aman dan ramah lingkungan meskipun menggunakan insektisida kimia.

4. Cara pengendalian hama orong-orong pestisida nabati

Bahan dan alat yang digunakan untuk membuat pestisida nabati pembasmi hama orong-orong di antaranya kulit jengkol 2 kg, tembakau 5 ons, akar tuba 5 ons, wadah (panci, jerigen, atau ember), blender atau alat menumbuk, kain saringan, dan air 6 liter.

Baca Juga:  Varietas Kacang Hijau yang Toleran Terhadap Salinitas Besutan Balitbangtan

Cara membuatnya, yaitu kulit jengkol dihaluskan dengan cara dicincang dan diblender. Kulit jengkol yang sudah halus dimasukkan ke panci dan tambahkan air 2 liter, kemudian dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk. Setelah dingin, peras dan saring. Tembakau juga dipanaskan dengan 2 liter air atau direndam di air mendidih, setelah dingin diperas dan disaring.

Akar tuba ditumbuk atau dihaluskan. Selanjutnya, masukkan ke panci dan tambahkan 2 liter air tunggu hingga mendidih dan setelah dingin kemudian diperas dan disaring. Ketiga larutan tersebut dicampurkan menjadi satu dan disimpan di dalam ember atau jerigen. Aplikasikan dengan cara menyemprotkan pada bagian pangkal tanaman dan dilakukan pada sore hari.

5. Cara pengendalian hama orong-orong dengan insektisida kimia

Cara pengendalian hama orong-orong dengan insektisida di antaranya Insektidia Rizotin 100EC 100ML, Furadan 3 gr, Matador Insektisida cair 50 ml, Matador 25EC 80Ml, Regent 0,3 GR, ZPT Regent 50SC 100ML, dan lain-lain. Pengaplikasiannya, yaitu dengan cara disemprot dengan dosis yang dianjurkan.

Loading...
Loading...