5 Cara Mudah Membuat Bibit F1 Media Gabah untuk Jamur Tiram


Pertanianku — Cara membuat bibit FI media gabah untuk jamur tiram, kini mulai dilirik. Sebab, jika biasanya jagung lebih familiar dan sering digunakan, tentunya diperlukan media tanam alternatif yang lebih mudah didapatkan dengan harga yang relatif lebih murah.

membuat bibit FI
Foto: Google Image

Karena itu, gabah menjadi pilihan utama di tengah tingginya permintaan akan benih F1 di pasaran. Mengingat bahwa gabah juga bisa dengan mudah didapatkan dengan harga murah. Nah, untuk mempermudah Anda, berikut ini 5 cara membuat bibit F1 media gabah untuk jamur tiram paling mudah.

Alat dan bahan

  • Bibit jamur tiram F0 berkualitas.
  • Alat tanam seperti spatula, pinset, lampu bunzen.
  • Alkohol 70%.
  • Ruang tanam steril.
  • Autoclaf untuk proses sterilisasi.
  • Media gabah padi, bekatul, dan kapur.
  • Botol kaca atau botol saus yang sudah disterilkan di dalam autoclaf pada suhu 120 derajat Celcius selama 2 jam.
  • Karet gelang, kapas, dan plastik tahan panas.
  • Air bersih atau air steril.
  • Jika tidak memiliki autoclave, dapat menggantinya dengan menggunakan dandang, untuk proses sterilisasi di dalam dandang sendiri waktu ditambah menjadi 4—5 jam.
  • Jika tidak memiliki LAF, Anda dapat membuatnya dengan menggunakan akuarium yang diberi lubang menyeruapi LAF pada bagian depannya.

Tahapan pembuatan media tanam

  • Pilih gabah yang utuh, berat, tidak kopong dan tidak dihinggapi hewan, hama atau penyakit. Untuk memastikan hal tersebut, Anda dapat merendamnya terlebih dahulu di dalam air, baru kemudian memilih menggunakan gabah yang terendam dengan sempurna, buang gabah yang mengapung karena hal tersebut mengindikasikan gabah memiliki kualitas yang jelek.
  • Setelah dicuci bersih, kering anginkan gabah.
  • Selanjutnya, siapkan media lainnya seperti bekatul dan juga kapur, gunakan bekatul yang baru dan juga kapur yang baru dengan warna putih cerah.
  • Campurkan ketiga media tadi dengan komposisi 80% gabah, 15% bekatul, dan 5% kapur.
  • Campurkan media tanam hingga benar-benar merata, tambahkan juga sedikit air.
  • Masukkan media ke botol yang akan digunakan.
  • Tutup media menggunakan plastik tahan panan dan ikat kencang menggunakan karet.
  • Lakukan sterilisasi media tanam. Jika menggunakan autoclaf, waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam. Sementara, jika menggunakan dandang, waktu yang dibutuhkan menjadi 4 jam.
  • Suhu sterilisasi adalah 100—120 derajat Celcius secara konstan.
  • Setelah itu, matikan api dan autoclaf, biarkan hingga uap airnya menghilang dan media tanam mendingin, lalu pindahkan ke ruang tanam.
  • Biarkan selama 1—2 hari untuk melihat tingkat kontaminasi. Jika kontaminasi lebih dari 50%, sebaiknya Anda membuat media yang baru dan memerhatikan tingkat sterilisasi, baik bahan maupun alat yang digunakan.
Baca Juga:  Mengenal Labu Air, Tanaman Pembuat Koteka

Inokulasi bibit jamur tiram

  • Pastikan bahwa ruangan yang akan digunakan benar-benar steril.
  • Dua jam sebelum penanaman, Anda harus menyemprot seluruh ruangan menggunakan alkohol 70% lakukan hal yang sama juga pada LAF.
  • Hidupkan pendingin di dalam ruangan untuk menjaga suhu tetap stabil.
  • Masukkan alat tanam ke laminar, alat tanam juga terlebih dahulu harus disterilisasi, disemprot menggunakan alkohol 70%.
  • Gunakan pakaian yang bersih, sarung tangan dan masker untuk meminimalisir tingkat kontaminasi.
  • Masukkan juga bibit F0 jamur ke laminar.
  • Cari posisi paling nyaman saat Anda akan melakukan tahapan inokulasi.
  • Inokulasi dimulai dengan membuka media tanam, lalu menanamkan bibit F0 jamur ke permukaan media secara merata.
  • Selanjutnya, bakar mulut botol di atas api bunzen dan kemudian tutup kembali menggunakan plastik dan karet dengan kencang.
  • Proses ini harus berlangsung dengan cepat untuk memperkecil tingkat kontaminasi.

Perawatan dan pemeliharaan

Untuk pemeliharaan dan perawatan, yang perlu dilakukan hanyalah menjaga suhu ruangan tetap stabil, bersih dan juga tidak membiarkan sembarangan orang masuk ke ruangan.

Selain itu, sebaiknya setelah miselium mulai tumbuh dapat disimpan di dalam kulkas. Jangan menyimpannya di bagian freezer-nya, tetapi di bagian pendinginnya. Hal ini dapat memperpanjang daya simpan miselium sehingga tidak membuatnya cepat mengalami kadaluwarsa.