5 Penyubur Tanah yang Wajib Anda Coba

Pertanianku — Saat ini, lahan pertanian semakin sempit karena banyaknya pendirian bangunan. Karena itu, banyak orang yang berpikir untuk menanam komoditas pertanian di lahan-lahan marginal seperti pantai, lahan kering, lahan gambut, bahkan lahan pasang surut. Namun, tingkat kesuburan di tanah jenis ini sangat kurang. Oleh karena itu, dibutuhkan penyubur tanah seperti berikut ini.

penyubur tanah
Foto: Pexels
  1. Pupuk kandang

Pupuk kandang dapat menyediakan unsur-unsur hara makro yang dapat meningkatkan populasi mikroorganisme di dalam tanah. Pupuk kandang ternak kaya akan nitrogen dan mineral logam seperti magnesium, kalium, dan kalsium. Sementara, pupuk kandang yang dihasilkan dari ternak ayam lebih kaya akan kandungan fosfor.

Walaupun demikian, fungsi utama pupuk kandang yang sebenarnya adalah untuk mempertahankan struktur fisik tanah sehingga akar dapat tumbuh dengan baik. Namun, pupuk kandang memiliki sifat yang mudah terurai sehingga harus sering-sering ditambahkan jika ingin tanah lebih subur.

Loading...
  1. Jerami padi

Jerami padi sangat tepat digunakan untuk menjaga kesuburan tanah di lahan sawah. Menurut Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Kementerian Pertanian, pembuatan kompos jerami dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu ditumpuk dan dibalik, serta ditumpuk dengan ventilasi tanpa dibalik. Untuk mempercepat proses dekomposisinya, kita dapat menggunakan bantuan dekomposer. Dengan demikian, kompos akan matang dalam waktu sekitar 19 hari.

  1. Dolomit (kapur)

Dolomit merupakan bahan amelioran anorganik yang bersifat basa. Ia mengandung kalsium dan magnesium yang berfungsi untuk mengurangi tingkat keasaman dan memperbaiki aerasi tanah. Hal ini akan menunjang keberlangsungan aktivitas biologi pada tanah. Penerapan dolomit (pengapuran) dilakukan pada lahan yang bersifat asam, contohnya lahan gambut dan lahan pasang surut.

  1. Biochar (Biomassa Charcoal)

Biochar merupakan arang hasil sisa pembakaran tidak sempurna yang mengandung karbon tinggi. Bahan baku biochar bisa Anda dapatkan dari kayu, batok kelapa, sekam padi, atau bahan-bahan lain yang memiliki serat kayu. Sebagai amelioran, biochar dapat digunakan untuk meningkatkan pH tanah, mengikat air dan unsur hara, serta meningkatkan aktivitas biota di dalam tanah.

  1. Zeolit
Baca Juga:  Mengulik Teknik Vertikultur dan Keuntungannya

Zeolit merupakan amelioran berbahan mineral nonlogam yang sangat efektif digunakan untuk menukar ion-ion hara dalam tanah. Bahan ini juga dapat menyimpan air dan membebaskan unsur hara dalam tanah dengan baik. Dengan mengaplikasikan zeolit untuk proses ameliorasi, efisiensi pemupukan akan lebih tinggi. Dalam penggunaannya, zeolit dapat dicampur dengan kapur, asam humat, urea, ataupun pupuk organik.

Loading...
Loading...