94 Persen Padi Indonesia Hasil Inovasi Balitbangtan

Pertanianku — Lebih kurang 94 persen padi yang beredar di Indonesia adalah hasil inovasi Balitbangtan. Ini sesuai dengan tujuan Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) didirikan, yaitu menghasilkan beragam jenis varietas tanaman unggulan. Selain itu, Balitbangtanjuga  fokus menciptakan berbagai inovasi dalam bidang pertanian dan peternakan.

padi
foto: pertaninaku

Hingga kini, Balitbangtan sudah berhasil menghasilkan sekitar 318 varietas padi yang unggul. Hasil inovasi yang sudah dikembangkan tersebut digunakan oleh para petani dalam negeri. Dilansir dari Kementerian Pertanian Badan Litbang Pertanian, sebesar 94 persen padi yang ditanam di Indonesia merupakan hasil inovasi Balitbangtan.

Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry dalam kesempatan rapat koordinasi penguatan progam kegiatan Balitbangtan untuk mendukung sasaran strategis Kementerian Pertanian di Bogor.

Loading...

Fadjry juga memaparkan jika kedelai yang ditanam oleh petani Indonesia sebanyak 90 persen menggunakan varietas kedelai unggulan hasil inovasi Balitbangtan.

“Komoditas lain di bidang hortikultura juga cukup banyak. Ada mangga yang sudah dipasarkan di Eropa, ayam kampung unggul di sebagian besar wilayah Indonesia, dan masih banyak inovasi lain yang telah dimanfaatkan masyarakat,” ujar Fajdry.

Pencapaian lain yang sudah dilakukan oleh Balitbangtan ialah merilis kurang lebih 600 inovasi dalam bidang teknologi pertanian yang sudah mendapatkan hak patennya. Nilai royalti yang sudah didapatkan dari penjualan inovasi tersebut mencapai Rp12 miliar. Menurut Fadjry, ini adalah nilai royalti terbesar dalam lembaga yang ada di Indonesia.

Meskipun hasil pencapaian yang didapatkan Balitbangtan sudah cukup banyak, Fadjry tetap meminta agar para anggota tetap bersemangat menemukan inovasi-inovasi lainnya di bidang pertanian guna membantu kepentingan masyarakat, khususnya memajukan para petani lokal.

Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian memberikan dukungan penuh kepada Balitbangtan untuk meningkatkan performanya dalam menghasilkan inovasi yang berguna. Syahrul berharap Balitbangtan dapat memaksimalkan sains, riset, dan teknologi yang mampu menunjang sistem pertanian di Indonesia semakin maju.

Baca Juga:  Kementan Gelar Operasi Pasar untuk Menstabilkan Harga Cabai di Jakarta

“Sebagai contoh, produk sapi saat ini masih kurang 300 ribu ton atau setara dengan 1,3 sampai 1,7 juta ekor, apa perlu kita biarkan (impor) terus. Padahal, kita memiliki science, riset, dan teknologi,” ujar Syharul.

 

Loading...
Loading...