Agar Tabulampot Rambutan Tetap Bisa Rajin Berbuah di Pot

Pertanianku — Tanaman buah dalam pot atau tabulampot rambutan mungkin sudah banyak yang tahu, tetapi tanaman buah ini tetap lebih sering ditanam langsung di lahan. Padahal, sebenarnya Anda tetap bisa membuat rambutan rajin berbuah meski ditanam di pot. Kuncinya adalah teknik perawatan yang benar.

tabulampot rambutan
foto: Pertanianku

Cara merawat tabulampot rambutan cukup mudah. Yang terpenting, harus dilakukan dengan kesabaran, tekun, dan konsisten. Berikut ini langkah-langkah merawat rambutan yang ditanam di pot.

Penyiraman

Rambutan yang ditanam dan pada awal musim kemarau memerlukan penyiraman sebanyak dua kali sehari untuk menghindari kekeringan. Namun, penyiraman tidak boleh sampai membuat genangan di atas media tanam karena akan menyebabkan penyakit busuk akar. Penyiraman cukup dilakukan hingga media tanam terlihat basah.

Penggemburan

Seiring berjalannya waktu, media tanam di pot akan memadat. Jika hal tersebut sudah terjadi, Anda perlu melakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil. Penggemburan harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai merusak bagian akar tanaman.

Pemupukan

Tanaman yang ditanam di pot tidak bisa mendapatkan unsur hara jika tidak disuplai oleh pemiliknya. Anda perlu memberikan pemupukan secara rutin setiap 4 bulan sekali hingga tanaman berumur 2 tahun. Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per drum. Setelah tanaman berumur tiga tahun dan seterusnya, pupuk diberikan sebanyak 100 gram NPK.

Pemupukan dilakukan dengan cara dibenamkan sedalam 10 cm ke dalam media tanam. Setelah itu, siram hingga cukup basah.

Pemangkasan

Pemangkasan berguna menjaga bentuk pohon agar tidak terlalu besar dan pertumbuhan cabangnya menjadi lebih seimbang. Pemangkasan sudah bisa dilakukan sejak tanaman masih berumur kurang dari satu tahun atau saat batang sudah tumbuh setinggi 75—100 cm dari permukaan drum.

Baca Juga:  Manfaat Daun Pandan yang Bisa Menenangkan Diri

Pemangkasan pertama dilakukan dengan cara memotong batang pokok, lalu pilih dan pelihara tiga cabang primer. Jika panjang batang primer mencapai 50 cm, Anda bisa memangkas bagian ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Setelah itu, pilih tiga cabang sekunder pada tiap cabang primer dan pangkas bagian ujung cabangnya hingga tumbuh cabang tersier. Pada cabang tersier itulah akan keluar buah.