Agar Tanaman Lengkeng Rajin Berbuah


Pertanianku – Tanaman lengkeng dalam pot akan rajin berbuah jika dilakukan pemeliharaan dengan baik yang meliputi penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan.

MENDAPATKAN BIBIT LENGKENG UNGGUL

  • Penyiraman

Penyiraman tanaman lengkeng dilakukan secara rutin, yaitu dua kali sehari jika cuaca cerah. Namun, jika dalam kondisi hujan, cukup satu kali sehari. Khusus di pot, penyiraman dilakukan dengan cara menyiramkan air ke media tanam dan dihentikan setelah air siraman sudah keluar dari dasar pot. Penyiraman yang berlebihan dapat mengakibatkan akar terendam, busuk, bahkan tanaman bisa mati.

  • Pemupukan

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, perlu dilakukan pemupukan secara berkala. Dengan demikian, tanaman akan tumbuh sehat dan rajin berbuah. Pengalaman hobiis, pada masa pertumbuhan (vegetatif) tanaman lengkeng dapat diberi pupuk setiap bulan dengan pupuk NPK 20 : 20 : 20. Dosisnya setengah dari dosis anjuran. Memasuki masa tanaman siap berbuah (masa generatif) maka pupuk yang diberikan berupa pupuk NPK yang kandungan fosfor (P) dan kalium (K) tinggi. Pupuk dengan NPK 6 : 30 : 30 diberikan setiap bulan dengan dosis setengah dari dosis anjuran yang tercantum dalam label kemasan. Diharapkan dengan pemberian pupuk tersebut, akan memacu munculnya bunga.

Saat bunga mulai muncul, disarankan untuk tidak diberi pupuk lagi agar bunga tidak gugur. Ada pula pengalaman hobiis yang mengombinasikan penggunaan pupuk kandang dan pupuk NPK. Setiap bulan tanaman diberi pupuk NPK 16 : 16 : 16 sebanyak 10 g/ tanaman. Sementara pemberian pupuk organik atau pupuk kandang dilakukan tiga bulan sekali dengan dosis anjuran.

Tujuannya adalah untuk mempertahankan kondisi media tanam tetap gembur. Pada saat pemberian pupuk organik, pupuk NPK tidak diberikan pada bulan itu. Setelah berumur sekitar satu tahun, tanaman diberi pupuk NPK 12 : 6 : 24 dengan dosis 10 g/tanaman.

  • Pemangkasan
Baca Juga:  Nutrisi Berlimpah dari Buah Pir Kurangi Risiko Kanker Usus

Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk tanaman supaya bagus serta untuk meransang pembungaan. Tanaman lengkeng bisa dipangkas setelah mencapai ketinggian 60—80 cm. Hasil pemangkasan akan timbul tunas cabang baru. Cabang baru tersebut sebaiknya dipilih tiga cabang yang tumbuh simetris. Selanjutnya, pangkas cabang pilihan tersebut setelah tumbuh dengan baik pada ketinggian 30—40 cm dari pangkasan pertama. Dari pemangkasan tersebut terbentuk 3—4 cabang baru. Untuk tanaman yang pertumbuhan cabangnya memanjang, sebaiknya disiapkan tiang penyangga yang dipasang di sekeliling pohon.

Saat tanaman memasuki masa pembungaan, dilakukan pemangkasan ringan untuk mendapatkan jumlah dan kualitas buah yang baik. Cara pemangkasannya berupa pemangkasan tandan bunga bila lebih panjang dari 10 cm, pemangkasan tandan buah sebanyak 10% dari buah yang terbentuk, dan pemangkasan tunas air agar pembentukan buah optimum. Setelah buah sudah dipanen semua, perlu juga dilakukan pemangkasan untuk merangsang pertumbuhan yang sehat dengan memangkas sisa tangkai buah, memangkas cabang dan ranting yang mengering atau terkena penyakit.

 

Sumber: Buku Lengkeng merah dan jenis unggul lainnya

 

loading...
loading...