Agave sisalana, Penghasil Serat Sisal yang Ramah Lingkungan

PertaniankuAgave sisalana merupakan tanaman penghasil serat alami berupa serat sisal. Serat sisal biasa digunakan sebagai pengikat daun tembakau di Madura dan karung goni untuk mengemas produk-produk pertanian. Saat ini serat alami tersebut semakin berkembang di berbagai bidang industri.

serat sisal
foto: Pixabay

Di dalam serat terkandung lignin yang cukup tinggi. Kandungan lignin dapat bermanfaat untuk membuat instrumen musik, seperti drum hingga flute. Di India, industri otomotif menggunakan serat alami karena lebih ringan dan lebih ekonomis. Kandungan lignin tersebut juga berguna sebagai bahan baku ethanol.

Kandungan lain di dalam serat sisal yang bisa dimanfaatkan adalah saponin. Kandungan tersebut sering digunakan sebagai bahan pembuat sabun dan industri farmasi. Getah sisal mengandung antiseptik yang berguna untuk menghentikan pertumbuhan bakteri yang ada di dalam lambung dan usus.

Tanaman agave berasal dari Meksiko dan dibawa masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17 oleh Spanyol. Tanaman ini pertama kali ditanam di daerah Blitar Selatan dengan kondisi lahan yang berbatu dan beriklim kering. Namun, seiring berjalannya waktu tanaman tersebut sudah jarang dibudidayakan karena kalah bersaing dengan serat-serat sintetis yang lebih mudah didapatkan.

Saat ini tanaman Agave sisalana dibudidayakan di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat di lahan seluas 1.000 hektare. Tanaman tersebut mampu menghasilkan serat berwarna putih kekuningan mengilap dengan kekuatan yang mencapai 31,363—1,849 g/tex. Tanaman sudah bisa dipanen setelah berumur 36—48 bulan.

Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang cukup luas, bisa ditanam di wilayah tropis yang beriklim lembap hingga kering dan di wilayah subtropis yang dingin. Tanaman ini juga termasuk tanaman CAM (Carssulaceae Acid Metabolism) yang cukup efisien dalam menggunakan air selama proses metabolisme berlangsung sehingga tanaman mampu beradaptasi di daerah kering dengan transpirasi rendah tanpa mengalami gangguan pada proses fotosintesis.

Baca Juga:  Langkah Mudah Menanam Buah Kundur

Agave sisalana ternyata bisa hidup sampai 100 tahun lamanya. Saat ini tanaman tersebut sedang dikembangkan menjadi salah satu komoditas tanaman penghasil serat alami yang berpotensial untuk dikembangkan di daerah beriklim kering dan kurang subur.