Anggrek yang Paling Terancam Punah di Dunia


Pertanianku Anggrek yang paling terancam punah di dunia sedang berusaha untuk diselamatkan oleh sekelompok kecil ahli tumbuhan di Melbourne. Karena sangat langka, ABC tidak bisa menyebutkan nama dan lokasi tepat dari tumbuhan anggrek ini.

oto: Google Image
F

Melansir Republika, anggrek jenis Caladenia spider, tanaman mungil dengan lima kelopak panjang tipis berwarna putih dan sentuhan ungu ini hanya ditemukan di kawasan pemukiman Timur Melbourne, Australia.

Seorang ahli lingkungan, Graeme Lorimer, telah menelusuri kawasan tersebut guna mencari anggrek mini ini selama 20 tahun.

“Anggrek ini sangat langka, hanya tinggal 2 di dunia. Padahal, kita masih memiliki beberapa lusin tumbuhan ini beberapa dekade lalu,” katanya. “Anggrek ini sangat dekat dengan kepunahan, jika terpapar musim kering satu kali saja lagi, maka tumbuhan ini dipastikan punah dari planet bumi,” ujar Lorimer menambahkan.

Untuk menjaga anggrek ini, para ahli mengurung tanaman tersebut dan memantaunya sepanjang waktu dengan kamera video.

Ahli tumbuhan dari Kebun Raya Melbourne saat ini tengah bekerja dengan relawan untuk menyelamatkan anggrek yang sangat langka ini. Mereka mengumpulkan serbuk sari dengan harapan bisa menyuburkan tumbuhan itu dan menciptakan benih baru.

Di ruang bawah tanah gedung Kebun Raya Royal Melbourne ada sekitar 50 bibit yang disimpan di ruangan dengan lingkungan berpengontrol iklim.

“Bahkan salah satu benih memiliki tunas hijau kecil-kecil dan itu sangat menarik,” kata ahli botani, Rob Cross. “Kami akan menggunakan tanaman tersebut untuk membiakkan anggrek unggulan di sini, di Royal Botanic Gardens sehingga kita dapat melakukan penyerbukan silang tanaman dan menggunakan lebih banyak benih untuk ditempatkan di alam liar,” katanya.

Sebagai informasi, Victoria merupakan kawasan hotspot keanekaragaman anggrek. Diperkirakan ada 400 spesies yang berbeda di kawasan ini, dan lebih dari setengahnya dalam status terancam punah.

Baca Juga:  Tips Merawat Pot Gantung Beserta Tanaman Hiasnya

Lorimer menuturkan itu sebabnya relawan akan terus melakukan pencarian spesies dalam cadangan kecil. “Kita berharap bisa menemukan lebih dari satu tanaman,” katanya. “Sangat menyedihkan jika anggrek-anggrek itu punah. Banyak orang suka dengan bunga anggrek. Ada sekelompok orang yang memiliki foto anggrek yang sangat langka,” kata dia lebih lanjut.