Ahli Kimia Kembangkan Teknologi Tingkatkan Produksi Garam


Pertanianku – Polemik tentang stok garam nasional yang belakangan ini ramai diperbincangkan membuat para peneliti turut bersuara menemukan solusi dalam menghadapi permasalahan ini. Untuk itu, peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berupaya mengembangkan teknologi pembuatan garam yang dianggap lebih baik dengan hasil produksi yang optimal.

Menurut peneliti sekaligus dosen di Departemen Kimia IPB Mohamad Khotib, karakteristik teknologi produksi garam yang digunakan para petani dalam negeri masih memiliki kelemahan. Sebab, garam hasil produksi petani tradisional kurang berkualitas disamping kuantitasnya yang menurun akibat hujan hampir sepanjang tahun.

“Produksi garam kita sangat bergantung pada cuaca panas sehingga hasilnya menurun saat terjadi hujan seperti sekarang,” papar Khotib dalam konferensi pers terkait Pergaraman Nasional di kampus IPB Baranangsiang Kota Bogor, belum lama ini, seperti melansir Republika (8/8).

Khotib memperkirakan, kondisi kelangkaan garam di tanah air disebabkan oleh kuantitas garam yang dihasilkan petani mengalami penurunan. Selain itu, garam yang ada juga kurang berkualitas, yakni di bawah Standar Nasional Indonesia (SNI). Kadar NaCl pada garam lokal diakui masih kurang dari batas kualitas sebanyak 94 persen.

Salah satu hasil penelitiannya, Khotib menemukan teknologi Multistage Presipitation untuk pemurnian garam yang sudah dikembangkan sejak 2015. Prinsip teknologi ini, kata dia, adalah mengendapkan pengotor secara bertingkat.

Untuk itu, ia bersama pihak UTM terus mengembangkan teknologi dengan melakukan uji coba skala tambak untuk meminimalkan biaya kristalisasi, karena proses kristalisasi menggunakan panas matahari dan angin. Sehingga, ketika permasalahan kualitas dapat ditemukan solusinya, maka peningkatan kuantitas garam akan bisa dilakukan.

“Harapan kami sebagai peneliti menyelesaikan atau membantu memberi solusi tentang pergaraman di Indonesia terkait kualitas dan kuantitas, dan teknologi kami juga bisa diterapkan di seluruh Indonesia,” lanjut Khotib.

Baca Juga:  KKP Dorong Penangkap Benih Lobster Beralih Jadi Pembudidaya

Khotib pun menegaskan bahwa ke depannya pemerintah seharusnya bisa lebih fokus pada upaya agar produksi garam dalam negeri bisa lebih berkualitas dengan kuantitas yang baik pula. Selain itu, ia juga berharap pemerintah bisa membuat peraturan terkait garam industri dan konsumsi di Indonesia.

loading...
loading...