Air Hidroponik yang Digunakan Harus Bersih

Pertanianku — Pada instalasi hidroponik, air berfungsi sebagai media tanam yang mengandung nutrisi. Oleh karena itu, penggunaan air pada instalasi hidroponik harus benar-benar diperhatikan. Misalnya, air hidroponik harus bersih dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.

air hidroponik
foto: Pertanianku

Air yang digunakan dalam instalasi hidroponik harus dalam keadaan bersih agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. Oleh karena itu, air hidroponik yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu. Ada beberapa metode untuk mengolah air hidroponik, di antaranya pengendapan dan filtrasi.

Metode pengendapan dilakukan dengan cara menampung air di dalam wadah besar dalam periode tertentu. Nantinya, air yang ditampung akan dialiri ke unit-unit hidroponik setelah kotoran atau benda asing di dalamnya sudah mengendap ke dasar wadah penampung. Air yang sudah diendapkan akan lebih jernih karena air tersebut sudah tidak mengandung partikel-partikel.

Cara kedua yang dapat dilakukan adalah filtrasi. Filtrasi dilakukan dengan menyaring air dengan bahan-bahan tertentu yang diletakkan dalam wadah tertentu seperti drum atau ember. Bahan yang biasa digunakan untuk memfilter air adalah batu, kerikil, pasir, arang, atau sabut.

Filtrasi akan memisahkan air dari material terlarut karena pori-pori dari filter atau saringan lebih besar daripada diamater zat terlarut.

Air yang digunakan juga harus mengandung nutrisi yang terdiri atas berbagai mineral dan nutrisi. Kedua hal tersebut dapat dipenuhi dari pemupukan. Namun, Anda perlu melakukan pengujian pada air sebelum memberikan pemupukan agar Anda dapat memberikan formula pupuk yang benar.

Kandungan mineral yang diperlukan adalah magnesium, kalsium, sulfur, boron, mangan, besi, dan seng. Seluruh elemen tersebut harus diperhitungkan ketika ingin menyesuaikan larutan nutrisi pada sistem hidroponik.

Sebelum dicampur dengan nutrisi, sebaiknya air di-reverse osmosis (RO) sehingga mineral-mineral yang tidak dibutuhkan oleh tanaman dapat menghilang.

Baca Juga:  Langkah Mudah Merawat Lada Perdu

Anda dapat menggunakan air hujan, air PAM, dan air mineral untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Namun, untuk air PAM sebaiknya diendapkan terlebih dahulu. Hal ini karena air PAM umumnya mengandung klorin yang cukup tinggi. Pengendapan tersebut berguna untuk menghilangkan klorin yang kurang baik untuk tanaman.