Ajir Tomat Jangan Sampai Dipasang Terlambat!

Pertanianku — Ajir atau turus berguna untuk menopang badan tanaman tomat yang tidak bisa ditanggung oleh tanaman tomat itu sendiri. Oleh karena itu, ajir tomat berfungsi untuk mencegah tanaman tidak mudah rebah. Pertumbuhan tanaman tomat terbilang sangat cepat, baik tomat tipe determinate maupun indeterminate.

ajir tomat
foto: pertanianku

Tanaman tomat determinate memiliki cabang samping yang cukup banyak sehingga perlu ditopang agar tidak roboh. Sementara itu, indeterminate membutuhkan rambatan sebagai tempat merambat karena tanaman sangat cepat tumbuh ke atas.

Umumnya, ajir tomat ditanam saat tanaman baru berumur empat minggu. Pemasangan ajir yang terlihat tidak krusial sebenarnya tidak boleh terlambat. Pasalnya, pemasangan ajir yang terlambat dapat menyebabkan kerusakan pada akar tanaman. Kerusakan terjadi pada proses pemasangan atau menancapkan batang ajir. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan tanaman mudah terserang layu bakteri.

Untuk tanaman tomat yang ditanam dengan menggunakan MPHP (mulsa plastik hitam perak), ajir harus ditanam lebih cepat, yakni satu minggu setelah tanaman ditanam di lahan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah tanaman roboh terlebih dahulu sebelum ajir ditanam. Tanaman yang sudah roboh sangat rentan menyebabkan akar tanaman terputus.

Ada dua sistem ajir yang dapat digunakan, yaitu ajir tegak dan ajir miring. Bahan yang sering digunakan untuk ajir adalah bilah bambu setinggi 70—125 cm, lebar 4 cm, dan tebalnya mencapai 2 cm.

Sistem ajir tegak dipasang pada setiap tanaman. Setiap tanaman dipasang satu ajir dalam posisi tegak searah pertumbuhan tanaman. Tepat di percabangan, tanaman diikat dengan tali rafia membentuk angka delapan dengan ajir. Hal ini bertujuan untuk menghindari gesekan secara langsung pada batang tanaman sehingga tanaman tidak mengalami luka gesekan.

Agar tidak mudah roboh ketika tajuk tanaman sudah besar, Anda perlu membuat ajir besar secara horizontal pada tiap tiga tanaman. Ajir besar tersebut menghubungkan antara satu ajir dan ajir lainnya.

Baca Juga:  Adaptasi dan Mitigasi Pertanian untuk Mengatasi Perubahan Iklim

Sementara itu, ajir miring dipasang dengan menyilangkan ajir yang kekar pada percabangan tanaman. Setiap tanaman dipasang satu ajir. Pada bagian ujung ajir dibuat keratan agar mudah diikat dengan tali rafia yang digunakan untuk menghubungkan antara ajir satu dan ajir lainnya.