Akhir Tahun, Bulog Diminta Stabilkan Harga Beras

Pertanianku Harga beras akhir tahun cenderung tidak stabil. Oleh karena itu, para peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) meminta pemerintah untuk mengantisipasi kenaikan harga ini. Stabilisasi harga beras harus terus dilakukan mengingat bulan ini sudah memasuki caturwulan akhir 2019.

Harga beras akhir tahun
Foto: pixabay

Naiknya harga beras ini terjadi karena beberapa faktor. Pertama, adanya kekeringan di sebagian besar wilayah sentra penghasil beras sebagai pemasok utama. Kekeringan bahkan masih terjadi hingga kini. Akibatnya, gabah kering panen mengalami kenaikan, diikuti dengan harga gabah kering giling. Harga beras akhir yang dibeli konsumen pun pastinya mengalami kenaikan.

Faktor kedua kenaikan beras ini adalah musim panen yang sudah lewat. Akibatnya, penyerapan gabah petani juga terus berkurang. Padahal, akhir tahun merupakan salah satu momen terjadinya peningkatan permintaan beras karena bertepatan dengan perayaan Natal dan tahun baru.


Loading...

Minggu pertama Oktober tercatat harga beras mencapai Rp11.600 per kilogram. Untuk beras kualitas II tercatat dijual dengan harga rata-rata Rp11.600 per kilogram. Sementara, beras dengan kualitas I tercatat menyentuh Rp11.750 per kilogram. Harga ini lebih tinggi daripada harga eceran tertinggi atau HET. Informasi harga beras ini didapatkan dari data Pusat Infomasi Harga Panen Strategis (PIHPS).

Kenaikan harga beras juga dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat pada September 2019, tercatat terjadi kenaikan sebesar 0,13 persen untuk harga beras.

Mengantisipasi tidak stabilnya harga beras ini, Bulog sebenarnya sudah pernah melaksanakan operasi pasar. Operasi ini diadakan pada 24—26 September 2019. Harga beras yang kembali naik memang bukan tidak mungkin karena operasi pasar ini hanyalah solusi stabilisasi harga beras dalam jangka pendek.

Kedepannya Bulog dapat kembali melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras. Dikutip dari bisnis.tempo.co, Galuh Octania, salah satu Peneliti CIPS menyatakan, “Bulog harus kembali melakukan operasi pasar untuk stabilkan harga beras di pasaran sebagai solusi jangka pendek.”

Baca Juga:  Peternakan Sapi di NTB Didukung Langsung Pemerintah

Selain operasi pasar, solusi jangka panjang juga harus dilakukan oleh pemerintah. Misalnya, dengan koordinasi antarpihak terkait mengingat naiknya harga beras akhir tahun selalu terjadi dari tahun ke tahun. Penanggulangan dini sangat diperlukan agar kedepannya harga beras lebih stabil meskipun memasuki akhir tahun.

 

Loading...
Loading...