Akuaponik, Altenatif Jitu Budidaya Ikan dan Tanaman


Pertanianku – Seiring perkembangan zaman, metode pertanian modern semakin marak digalangkan. Bahkan, kini semua orang bisa menjadi seorang petani.

Tak seperti dulu petani pasti hanya menanam tanaman di lahan, tapi sekarang kegiatan bercocok tanam dapat dilakukan di pekarangan rumah, yakni dengan menerapkan pertanian hidroponik.

Namun, kini bercocok tanam bisa digabungkan dengan budidaya ikan dengan cara menerapkan metode akuaponik. Apa ya akuaponik itu?

Akuaponik merupakan sistem pertanian modern yang mengabungkan cara antara budidaya hidroponik dan akuakultur. Bisa dikatakan penggabungan dua metode. Artinya, metode pemeliharaan ikan yang dikembangkan dengan teknik akuakultur digabungkan dengan teknik bercocok tanam tanpa tanah pada hidroponik.

Dalam sistem akuaponik, ikan dan tanaman dipelihara bersama-sama dan akan bersimbiosis mutualisme. Tanaman memperoleh media dan nutrisi dari air kolam dan limbah kotoran ikan, sedangkan ikan mendapat media hidup di air yang bersih setelah dibersihkan oleh tanaman.

Akuaponik terdiri atas dua bagian utama, yakni bagian akuatik (air) untuk pemeliharaan ikan dan bagian hidroponik untuk menumbuhkan tanaman.

Sistem akuatik menghasilkan sisa pakan dan feses yang terakumulasi di dalam air dan bersifat toksis terhadap ikan, namun kaya nutrien yang dapat menjadi sumber hara bagi tanaman dalam sistem hidroponik di atasnya. Pada prinsipnya aquaponik mendaur ulang air yang digunakan untuk memelihara ikan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman.

Ikan mengeluarkan limbah dalam bentuk amonia. Dua jenis bakteri yang berbeda akan mengubah amonia menjadi nitrat. Tanaman perlu Nitrat dan menyerapnya sebagai makanan untuk tumbuh, sedangkan pada saat yang sama menghilangkan bahan kimia yang beracun bagi ikan. Air bersih kembali ke ikan.

Sistem akuaponik terdiri atas beberapa komponen yang bertanggung jawab atas penghilangan limbah padat, penyuplai basa untuk menetralkan kemasaman, atau pengatur kandungan oksigen air.

Baca Juga:  Nugget Pisang, Inovasi Makanan Kekinian Generasi Millenial

Berikut beberapa komponen yang dibutuhkan:

  1. Tangki pemeliharaan ikan atau kolam.
  2. Unit penangkap dan pemisahan limbah padat (sisa pakan dan feses).
  3. Biofilter, tempat di mana bakteri nitrifikasi dapat tumbuh dan mengonversi amonia menjadi nitrat, yang dapat digunakan oleh tanaman.
  4. Subsistem hidroponik, yakni bagian dari sistem di mana tanaman tumbuh dengan menyerap kelebihan hara dari air.
  5. Sump: titik terendah dalam sistem di mana air mengalir ke dan dari yang dipompa kembali ke tangki pemeliharaan. Unit untuk menghilangkan padatan, biofiltrasi pada sistem hidroponik dapat digabungkan menjadi satu unit, yang mencegah air mengalir langsung dari bagian budidaya ikan (kolam) ke sub sistem hidroponik. Unit biofilter ini sangat vital peranannya karena terkait dengan proses nitrifikasi.

Sayuran hijau yang paling baik tumbuh dalam subsistem hidroponik adalah sawi, kangkung, selada, pakcoy, kemangi, tomat, paprika, dan masih banyak sayuran lainnya.

Sementara, jenis ikan air tawar yang paling umum digunakan dalam sistem akuaponik dan paling populer untuk akuaponik skala rumah tangga ataupun komersial adalah nila, lele, patin, dan belut.

Bagaimana tertarik membudidayakan tanaman sekaligus budidaya ikan? Akuaponik bisa jadi solusinya!

loading...
loading...