Alasan Budidaya Lele Masih Banyak Diminati

Pertanianku Budidaya lele telah menjadi mata pencaharian yang cukup menggiurkan karena permintaan ikan lele di Indonesia terbilang tinggi. Ada 4 alasan utama yang menjadikan usaha budidaya ini terus diminati oleh masyarakat Indonesia hingga sekarang, mulai dari jumlah permintaan yang terus meningkat hingga sederhananya alat budidaya yang digunakan. Berikut ini ulasan mengenai alasan di balik tingginya budidaya lele di Indonesia.

budidaya lele
foto: Pertanianku

Permintaannya terus meningkat

Pasar utama ikan lele adalah warung pecel lele dan pasar tradisional. Selain pedagang kaki lima, banyak juga rumah makan yang menyajikan hidangan dari ikan lele. Permintaan ikan lele pun datang dari pengrajin makanan olahan lele seperti abon, kerupuk, bakso, dan nugget. Dari gambaran tersebut, pasar lele seakan tidak pernah ada matinya.

Lele unggulan dengan pertumbuhan yang cepat

Saat ini tersedia berbagai varietas lele unggulan dengan tingkat pertumbuhan yang cepat sehingga lele sudah bisa dipanen setelah 50—60 hari pemeliharaan. Varietas lele yang paling sering dipelihara adalah lele dumbo dan lele sangkuriang. Lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik dari persilangan antara lele dumbo betina generasi kedua dan lele dumbo jantan generasi keenam.

Selain itu, ada juga lele paiton dengan keunggulan waktu pemeliharaan yang berlangsung relatif cepat. Dalam kurun waktu dua bulan, lele paiton sudah bisa mencapai ukuran konsumsi, sekitar 8—9 ekor per kg.

Bisa dilakukan di lahan sempit

Budidaya lele di lahan sempit bukanlah hal baru. Inovasi ini berkembang sejak beberapa tahun lalu dan kini sudah banyak pembudidaya yang terbukti berhasil memelihara lele di lahan yang sempit. Untuk luas kolam 15 m2, pembudidaya bisa menghasilkan lele kosumsi sebanyak 450—500 kg. Tentunya, harus diiringi dengan teknik budidaya yang benar juga. Teknik budidaya lele yang tepat bisa Anda baca di buku Panen Lele di Berbagai Wadah.

Pembudidaya yang ingin terjun ke dalam usaha pembesaran ikan lele lebih disarankan memiliki beberapa kolam berukuran kecil sekitar 15m2. Hal ini agar panen dapat dilakukan secara kontinu.

Baca Juga:  Bantuan Cold Storage Portable KKP Berhasil Menaikkan Omzet Pembudidaya

Peralatannya lebih sedikit

Peralatan yang Anda perlukan hanya pompa diesel untuk menyuplai air, hapa untuk panen ikan, seser untuk menangkap ikan, dan ember sebagai wadah untuk panen.

Terlihat sederhana, bukan?! Meski demikian, budidaya lele harus dijalankan dengan serius agar Anda benar-benar bisa merasakan hasilnya. Teknik budidaya harus disesuaikan dengan jenis kolam yang digunakan. Oleh karena itu, buku Panen Lele di Berbagai Wadah terbitan Penebar Swadaya akan memudahkan Anda belajar budidaya ikan lele. Untuk mendapatkan buku tersebut sebagai referensi usaha, Anda bisa langsung menghubungi WhatsApp admin Penebar Swadaya.