Alasan Memilih Bisnis Pembesaran Lele


Pertanianku   Ada banyak alasan mengapa bisnis lele tidak pernah surut, terutama bisnis pembesaran. Namun, dari sekian banyak alasan tersebut, minimal ada lima hal yang menjadikan banyak orang terjun dalam bisnis ini, mulai dari yang sekadar usaha sampingan, investasi masa depan, hingga sebagai sumber pendapatan utama keluarga.

Alasan Memilih Bisnis Pembesaran Lele

 

  1. Permintaannya tinggi

Permintaan lele cukup tinggi dan cenderung terus meningkat. Hal ini sangat wajar karena lele adalah bahan makanan yang setiap hari dikonsumsi. Hampir di setiap sudut kota—mulai dari kota besar sampai kota kecil—sangat mudah ditemukan warung-warung penjual lele. Berdasarkan sejumlah informasi, kebutuhan ikan lele di daerah Jabodetabek misalnya, tak kurang dari 40 ton sehari. Itu pun masih harus didatangkan dari luar daerah tersebut. Sementara di daerah Yogyakarta dan sekitarnya berkisar 8—10 ton per hari.

  1. Mudah diusahakan

Pembesaran lele sebenarnya tidak terlalu sulit diusahakan. Bahkan, bagi pemula pun bisa dengan cepat mempelajarinya. Kuncinya dalam pembesaran lele adalah penggunaan benih yang berkualitas, menjaga kualitas air pemeliharaan, dan pemberian pakan yang tepat.

  1. Waktu pemeliharaan bisa dipercepat

Untuk memanen hasil budi daya lele bisa diatur waktunya, tergantung ukuran benih yang ditebar dan intensitas pemeliharaan. Sebagai contoh, dengan menebar benih ukuran 7—9 cm, bisa dipanen dalam waktu kurang dari dua bulan, yaitu 50 hari.

  1. Modal kecil, untung besar

Memulai usaha pembesaran lele tidak harus dengan modal besar. Menebar benih sekitar 5.000 ekor, dibutuhkan modal awal sekitar Rp5—7 juta. Dengan waktu pemeliharaan kurang dari dua bulan, pembudidaya dapat memperoleh keuntungan sekitar 15% dari biaya yang dikeluarkan.

  1. Bisa dipelihara di berbagai wadah dan diusahakan di lahan sempit
Baca Juga:  KKP Panen Lele Sistem Bioflok di daerah Perbatasan RI–Malaysia

Ikan lele bisa dipelihara di berbagai wadahseperti  tong, kolam taman, kolam tanah, kolam terpal, kolam tembok dan kolam jaring apung.

 

Sumber: Buku Panen Lele Secara intensif

loading...
loading...