Alat Tangkap Ikan Tuna Ini Sungguh Efektif


Pertanianku – Perkembangan teknologi modern kini telah menyebar luas ke berbagai sektor, tak terkecuali sektor perikanan. Alat tangkap ikan kini tak lagi hanya mengandalkan jaring. Salah satu alat tangkap ikan tuna yang mulai digunakan adalah rawai tuna (tuna long line).

Alat ini dirasa cukup efektif untuk penangkap ikan tuna. Rawai tuna merupakan rangkaian sejumlah pancing yang dioperasikan sekaligus. Satu tuna long liner biasanya mengoperasikan 1.000—2.000 mata pancing untuk sekali turun.

Rawai tuna biasanya dioperasikan di laut lepas atau mencapai perairan samudera. Alat tangkap ini bersifat pasif, yaitu menanti umpan dimakan oleh ikan sasaran.

Pengoperasian alat ini adalah dengan menurunkan pancing ke perairan, lalu mesin kapal dimatikan sehingga kapal dan alat tangkap akan hanyut mengikuti arus atau disebut drifting. Drifting berlangsung selama kurang lebih 4—5 jam, selanjutnya mata pancing diangkat kembali ke atas kapal.

Umpan long line harus bersifat atraktif, misalnya sisik ikan yang mengkilat, tahan di dalam air dan tulang punggung yang kuat. Umpan dalam pengoperasian alat tangkap ini berfungsi sebagai alat pemikat ikan. Jenis umpan yang digunakan umumnya ikan pelagis kecil seperti lemuru, layang, kembung, dan bandeng.

Rawai tuna sendiri adalah alat tangkap yang ramah lingkungan karena bersifat selektif terhadap jenis ikan yang ditangkap. Jenis ikan tangkapan utama berupa ikan tuna dan ikan cakalang merupakan jenis komoditas yang exportable sehingga pemanfaatan alat tangkap ini semakin meningkat.

Alat tangkap rawai pada dasarnya terdiri atas 3 komponen utama, yaitu pelampung, rangkaian tali temali, dan pancing. Pada pancing dilengkapi dengan umpan berupa ikan utuh jenis pelagis kecil yang disukai ikan tuna. Jumlah pancing yang digunakan berkisar antara 800—2.000 pancing dengan panjang rentang tali bisa mencapai ratusan kilometer.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

Sementara, alat bantu penangkapan yang dipergunakan dalam pengoperasian rawai tuna adalah lampu apung atau radio apung yang berfungsi sebagai pendeteksi keberadaan atau posisi alat tangkap. Selain itu, juga dilengkapi dengan line hauler, line thrower, belt conveyor, penggulung tali cabang, dan peralatan oseanografi.

loading...
loading...