Amoniasi Jerami untuk Pakan Kambing

Pertanianku — Amoniasi jerami merupakan langkah rekayasa teknologi pakan yang cukup mudah, murah, dan ekonomis. Dengan amoniasi, pakan kambing menjadi lebih tahan lama sehingga usaha ternak kambing Anda tidak akan terganggu faktor ketersediaan pakan.

amoniasi jerami
foto: Pixabay

Pakan menjadi kebutuhan utama yang perlu Anda sediakan setiap hari. Namun, tak jarang pakan menjadi permasalahan yang kerap dialami peternak karena ketersediaan bahan yang terbatas akibat musim atau harga pakan yang terlalu mahal. Oleh karena itu, kini banyak peternak yang mulai melakukan pengolahan pakan kambing dengan teknologi.

Selain amoniasi jerami, beberapa teknologi pembuatan pakan kambing yang bisa Anda pilih antara lain hijauan cincang, hay, silase, dan biskuit pakan.

Prinsip utama pembuatan amoniasi jerami adalah memasukkan nitrogen ke sela-sela sel jerami yang kadar nitrogennya terlalu rendah. Hal ini bertujuan agar kandungan nitrogen nonprotein pada jerami meningkat.

Zat nitrogen berfungsi sebagai zat makanan bagi mikroba retikulo-rumen yang pada akhirnya berfungsi sebagai sumber protein mikroba bagi ternak. Umumnya, nitrogen yang digunakan adalah urea. Berikut ini langkah membuat amoniasi jerami.

  • Jemur jerami di bawah sinar matahari hingga kadar airnya rendah. Semakin kering jerami, akan semakin mudah menyerap larutan urea.
  • Setelah jerami kering, urai jerami di atas lantai atau alas dengan ketebalan kira-kira 10 cm.
  • Siapkan larutan urea dengan melarutkan 6 kg urea ke dalam 12—15 liter air atau setara satu ember air.
  • Percikkan larutan urea tersebut pada jerami yang sudah ditebar merata dengan menggunakan pompa sprayer. Agar merata ke seluruh bagian, jerami perlu dibolak-balik. Sebanyak 12—15 liter urea bisa Anda gunakan untuk 200—300 kg jerami.
  • Ketika semua bagian jerami basah oleh larutan urea, tumpuk dan padatkan jerami di satu tempat. Selanjutnya, tutup tumpukan tersebut dengan plastik agar tidak banyak nitrogen yang menguap.
  • Simpan dan biarkan tumpukan tersebut selama satu bulan. Setelah itu, jerami yang sudah diamoniasikan bisa diberikan ke ternak setelah diangin-anginkan terlebih dahulu agar bau amoniaknya berkurang.
Baca Juga:  Kriteria Bibit Kelinci yang Bagus