Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Buras


Pertanianku – Untuk mengetahui kelayakan usaha peternakan ayam buras pedaging maka diperlukan analisis biaya dan penerimaan pada akhir masa produksi. Dengan demikian,akan diketahui keuntungan usaha dan parameter kelayakan lainnya, titik impas usaha, tingkat kelayakan, tingkat efisiensi modal, dan tingkat pengembalian modal.

Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Buras

Perhitungan berikut ini menggunakan data pustaka, terutama mengenai jumlah pakan, obat-obatan, biaya alat pemanas, biaya penggunaan mesin tetas, biaya wadahpakan dan minum, pembuatan kandang, dan tenaga kerja. Untuk harga sarana dan prasarana produksi serta harga ayam menggunakan patokan harga akhir tahun 2010 di Semarang, Jawa Tengah. Harga daging ayam buras di pasaran tidak tergantung pada jenisnya, melainkan pada berat badannya. Untuk itu, analisis ini hanya menyajikan satu jenis ayam saja, yaitu ayam kampung. Hal ini disebabkan ayam kampung sudah sangat dikenal dan penyebarannya pun sudah merata ke seluruh pelosok tanah air. Dengan demikian, jika peternak akan mencoba memelihara jenis ayam buras lainnya dapat menggunakan dasar perhitungan yang sama. Untuk perhitungan ini digunakan beberapa asumsi sebagai berikut.

  1. Ayam yang dipelihara terdiri dari 168 ekor induk penghasil telur tetas, yaitu 144 ekor betina dan 24 ekor jantan. Dari induk tersebut diperoleh 1.440 butir telur tetas per periode (20 hari).
  2. Sistem budi daya terpadu, yaitu memelihara induk penghasil telur tetas, memproduksi DOC, dan membesarkan DOC sampai umur dua bulan.
  3. Pengadaan induk dimulai dari induk yang telah siap bertelur.
  4. Ayam dipelihara secara intensif.
  5. Telur rusak atau tidak menetas sebesar 20%. Dengan demikian, telurakan menetas menjadi 1.152 ekor DOC per periode bertelur.
  6. Tingkat kematian anak ayam selama pemeliharaan sebesar 5%. Dengan demikian, jumlah ayam yang dapat dipanen sebanyak 1.095 ekor dalam satu periode.
  7. Selama setahun diperoleh delapan kali masa bertelur.
  8. Penetasan telur menggunakan mesin tetas berkapasitas 100 butir telur.
  9. Ayam dijual pada umur dua bulan dengan harga Rp 19.000,00 per ekor.
  10. Luas lahan yang digunakan 1.000 m2.
  11. Lokasi peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.
  12. Kandang terbuat dari kerangka bambu dan atap genting. Terdiri dari 24 unit kandang induk dengan ukuran per unit kandang 6 m2; kandang kotak berukuran 1 m x 1 m sebanyak 15 unit, kandang pelindung kotak berukuran 10 m x 6 m sebanyak 1 unit, dan kandang pembesaran DOC berukuran 20 m x 5 m sebanyak 1 unit.
  13. Alas kandang menggunakan sekam padi.
  14. Alat pemanas berupa lampu pijar dan gasolek.
  15. Nilai jual pupuk kandang Rp 200.000,00/periode panen.
  16. Masa pemakaian kandang enam tahun dan masa pemakaian peralatan lima tahun.
  17. Bunga modal diperhitungkan sesuai dengan bunga pinjaman di bank, yaitu 24% per tahun.
Baca Juga:  Inilah Bahaya Konsumsi Daging yang Harus Anda Ketahui

 

Sumber: Buku Ayam Buras Pedaging

loading...
loading...