Andaliman, Rempah Spesial Asal Sumatera Utara

Pertanianku — Mungkin Anda pernah sepintas mendengar andaliman tetapi tidak tahu pasti tentang tanaman tersebut. Tanaman ini berasal dari Sumatera Utara dan sering digunakan sebagai rempah oleh Suku Batak.

andaliman
foto: Oleh Laitr Keiows – Karya sendiri, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=10545861

Andaliman atau Zanthoxylum acanthopodium DC masih termasuk keluarga jeruk-jerukan. Ukuran buahnya kecil dan tumbuh secara bergerombol, mirip lada atau merica. Oleh karena itu, tanaman ini sering disebut sebagai merica batak.

Di Sumatera Utara, andaliman merupakan tanaman liar yang tumbuh di hutan penuh semak di daerah Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara, dan Dairi. Tanaman ini tumbuh subur di ketinggian 1.200—1.500 m dpl dengan suhu sekitar 15—18°C. Tinggi tanaman rempah khas Batak ini bisa tumbuh hingga setinggi 5 meter.

Tanaman sudah berbuah setelah berumur 1,5 tahun. Jika cuaca sedang bagus, satu pohon andaliman mampu menghasilkan buah antara 5 kg hingga 7 kg. Satu pohon bisa memproduksi buah hingga berumur 10—15 tahun, hampir mirip dengan pohon kopi.

Pohon andaliman termasuk tanaman yang sulit dibudidayakan karena cukup sulit mendapatkan bibit yang berkualitas. Selama ini masyarakat masih memanfaatkan bibit yang tumbuh secara alami di bawah tanaman induknya, yang kemudian dipindahkan ke lahan.

Perawatan tanaman ini sebenarnya tidak begitu sulit karena tidak memerlukan perawatan ekstra. Uniknya, tanaman tidak perlu diberikan pupuk kimia ataupun organik karena umur tanaman malah menjadi lebih singkat. Tanaman justru cukup dibiarkan tumbuh secara alami begitu saja.

Buah andaliman yang ingin digunakan sebagai rempah-rempah masakan harus dihaluskan terlebih dahulu. Saat ini sudah tersedia produk andaliman bubuk dan pasta yang sudah dikemas.

Andaliman memiliki cita rasa seperti jeruk lemon, tetapi bisa meninggalkan sensasi yang kuat dan pedas. Tanaman ini bisa memberikan rasa getir, kelu, dan memberikan efek mati rasa pada lidah. Efek tersebut disebabkan oleh kandungan hydroxyl-alpha-sanshool atau lebih dikenal dengan Sichuan pepper. Orang Eropa biasanya mengenal kandungan tersebut dengan nama Indonesian lemon peper.

Selain bisa menambahkan cita rasa pada masakan, andaliman juga berfungsi sebagai pengawet alami karena mengandung zat antioksidan seperti alkaloid, glikosida, tannin, fenol, dan flavonoid. Tanaman ini juga baik untuk menghambat perkembangan bakteri penyebab penyakit.

Baca Juga:  Bertanam Pohon Melinjo di Pekarangan Rumah

 


loading...