Apa Itu Hidroponik Substrat?

Pertanianku Hidroponik substrat adalah metode penanaman yang tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat bukan tanah yang bisa menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen. Media tanam tersebut harus bisa mendukung akar tanaman seperti halnya fungsi tanah.

hidroponik substrat
foto: pixabay

Media yang bisa digunakan untuk hidroponik substrat adalah batu apung, pasir, serbuk gergaji, atau rambut. Media tersebut bisa menyerap nutrisi, air, dan oksigen serta mendukung akar tanaman sehingga dapat berfungsi seperti tanah.

Kemampuan mengikat kelembapan suatu media bergantung pada ukuran partikel, bentuk, dan porositasnya. Semakin kecil ukuran partikel, akan semakin luas permukaan jumlah pori, akan semakin besar pula kemampuan media untuk menahan air.

Loading...

Bentuk partikel media yang tidak beraturan akan lebih banyak menyerap air dibanding yang berbentuk bulat rata. Media yang berpori pun akan memiliki kemampuan menahan air yang lebih besar.

Selain harus menahan air, media juga harus bisa meneruskan air. Oleh karena itu, media yang berpartikel halus sebaiknya dihindari guna memperlancar lalu lintas oksigen di dalam substrat. Jadi, media berpartikel kecil dengan kemampuan yang baik dalam menahan air tidak serta merta membuat media tersebut ideal.

Selain persyaratan yang sudah dibahas, media hidropnik juga tidak boleh mengandung racun karena bisa membahayakan tanaman yang tumbuh. Media yang biasanya mengandung racun adalah serbuk gergaji yang mengandung garam dapur dan media batu apung serta pasir yang berasal dari laut.

Media substrat yang akan digunakan harus disterilkan terlebih dahulu untuk mencegah tanaman terserang mikroorganisme pathogen yang dibawa oleh media tanam. Cara sterilisasi paling umum adalah penguapan atau dengan bahan kimia.

Tanaman yang ditanam secara hidroponik akan sangat bergantung pada Anda perihal mendapatkan nutrisi hara. Nutrisi tersebut dapat diberikan dengan cara disiram atau dialirkan melalui sistem irigasi. Dalam sistem irigasi, larutan nutrien dipompa dan diedarkan ke seluruh bagian tanaman. Larutan nutrisi yang dipompa harus mengandung air, nutrisi, dan oksigen. Nutrisi yang diberikan harus bisa memberikan kelembapan secara merata pada setiap tanaman.

Baca Juga:  Jenis-jenis Jamur Tiram yang Harus Anda Ketahui

 

 

Loading...
Loading...