Apa itu Sedimen?

Pertanianku Sedimen terbentuk dari proses fragmentasi (pemecahan) batuan. Proses pemecahan tersebut bisa terjadi karena adanya pelapukan yang berlangsung secara fisik, kimiawi, dan biologis. Sedimen merupakan bahan utama dari pembentuk morfologi pesisir. Sedimen terbagi menjadi 4 kelompok jika dibedakan berdasarkan asalnya.

sedimen
foto: pixabay

Cosmogenous

Sedimen cosmogenous tersusun dari partikel yang berasal dari objek luar angkasa yang jatuh ke dasar lautan. Objek tersebut bisa berukuran cukup besar sehingga mampu bertahan ketika menembus atmosfer bumi. Kita mengenal objek tersebut dengan sebutan meteorid.

Lithogenous

Sedimen lithogenous terdiri atas mineral silikat primes yang berasal dari proses penghancuran fisik dan letusan gunung api. Proses penghancuran fisik yang terjadi disebabkan oleh proses pemanasan dan pendinginan yang berlangsung secara bergantian dan terus-menerus.

Biogenous

Sedimen biogenous terbentuk dari sisa-sisa tulang makhluk hidup yang tidak bisa dipecahkan atau terdiri atas kerangka organisme. Sedimen yang berasal dari kerangka organisme ada yang mengandung kalsium dan silica.

Sedimen yang mengandung kalsium terbagi menjadi dua. Pertama, Globigerina Ooze yang merupakan organisme bersel tunggal dan dikenal sebagai Foraminifera. Kedua, Pteropod Ooze yang merupakan golongan moluska dan bersifat sebagai plankton.

Sementara itu, untuk sedimen yang mengandung silica terdiri atas Diatom Ooze yang merupakan golongan tumbuhan bersel satu dengan bagian kulit yang mengandung silica, Radiolarian Ooze yang merupakan golongan protozoa bersel satu, serta tanah liat merah Ooze dengan kandungan silica yang cukup tinggi.

Hidrogenous

Sedimen hidrogenous terbentuk dari hasil reaksi kimia yang berlangsung di dalam air laut. Misalnya, nodul mangan (bongkahan mangan) dari endapan lapisan oksidasi, hidroksida besi, dan mangan. Endapan tersebut berbentuk seperti kentang kecil berukuran 1—6 inci serta mengandung 25—35 persen mangan, 1—2 persen tembaga, dan 0,1—0,5 persen kobalt.

Butiran sedimen berukuran besar akan mengendap di daerah tempat terjadinya proses fragmentasi. Sementara itu, butiran berukuran kecil bisa berpindah-pindah tempat dengan jarak yang cukup jauh. Misalnya, sedimen berukuran debu bisa berpindah hingga 4 km. Secara teori, partikel berukuran debu bisa ditransportasikan ke seluruh samudera dan mengendap ke dasar setelah 50 tahun kemudian.


loading...