Apa Saja Sih Kandungan Pupuk NPK?


Pertanianku – Pupuk NPK adalah pupuk yang memiliki kandungan unsur hara yang lengkap. Unsur hara makro utama dalam pupuk NPK adalah Nitrogen, Fosfor, dan Kalium.

Berikut beberapa kandungan dan manfaat unsur hara tersebut.

N (Nitrogen)

Keberadaan Nitrogen (N) mutlak ada untuk kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. Tanaman menyerap N sebagian besar dalam bentuk ion NO3- dan NH4+, juga sedikit Urea melalui daun, dan sedikit asam amino larut dalam air.

Tanaman yang mengandung cukup unsur N akan menunjukkan warna daun hijau tua, yang artinya kadar klorofil dalam daun tinggi. Sebaliknya, apabila tanaman kekurangan atau defisiensi N, daunnya akan menguning (klorosis) karena kukarangan klorofil. Pertumbuhan tanaman yang lambat, lemah, dan kerdil bisa disebabkan oleh kekurangan N.

Kelebihan N akan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, tetapi akan memperpendek masa generatif, yang akhirnya justru menurunkan produksi atau menurunkan kualitas produksi tanaman.

Apabila N tersedia di dalam tanah hanya atau sebagian besar dalam bentuk amonium, dapat menyebabkan keracunan pada tanaman dan akhirnya dapat mengakibatkan jaringan vascular pecah dan berakibat pada terhambatnya serapan air.

P (Fosfor)

Unsur lain tidak ada yang dapat menggantikan fungsi P (fosfor) dalam tanaman. Hal ini karena tanaman harus mendapatkan unsur P dalam jumlah yang cukup untuk perkembangan pertumbuhannya.

Fungsi penting fosfor di dalam tanaman, yaitu dalam proses fotosintesis, respirasi, transfer dan penyimpanan energi, pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses di dalam tanaman lainnya. Pada umumnya kadar P di dalam tanaman di bawah kadar N dan K, yaitu sekitar 0,1—0,2%.

Tanaman menyerap sebagian besar unsur hara P dalam bentuk ion ortofosfat primer (H2PO4-). Sejumlah kecil diserap dalam bentuk ion ortofosfat sekunder (HPO4-2). pH tanah sangat besar pengaruhnya terhadap perbandingan serapan ion-ion tersebut, yaitu makin masam H2PO4- makin besar sehingga makin banyak yang diserap tanaman dibandingkan dengan HPO4-2.

Baca Juga:  Pemanfaatan Selang Infus untuk Tanaman, Seperti Apa Ya?

Unsur P juga dapat meningkatkan kualitas buah, sayuran, biji-bijian dan sangat penting dalam pembentukan biji. P juga sangat penting dalam transfer sifat-sifat menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Selain itu, fosfor juga membantu mempercepat perkembangan akar dan perkecambahan, dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit yang juga akan berpengaruh pada kualitas hasil panen.

K (Kalium)

Kalium di dalam jaringan tanaman ada dalam bentuk kation dan bervariasi sekitar 1,7—2,7% dari berat kering daun yang tumbuh secara normal. Ion K di dalam tanaman berfungsi sebagai aktivator dari banyak enzim yang berpartisipasi dalam beberapa proses metabolisme utama tanaman.

Kalium sangat vital dalam proses fotosintesis. Apabila kekurangan K, proses fotosintesis akan turun, akan tetapi respirasi tanaman akan meningkat. Kejadian ini akan menyebabkan banyak karbohidrat yang ada dalam jaringan tanaman tersebut digunakan untuk mendapatkan energi untuk aktivitas-aktivitasnya sehingga pembentukan bagian-bagian tanaman akan berkurang, yang akhirnya pembentukan dan produksi tanaman berkurang.

Kalium juga memiliki fungsi lain seperti menjadi sintesis protein, pemecah karbohidrat, memberi energi bagi tanaman, serta membantu keseimbangan ion dalam tanaman. Kalium juga berpengaruh pada proses membuka dan menutup pori-pori daun tanaman, stomata.

loading...
loading...