Apakah Faktor Iklim Mempengaruhi Pertumbuhan Pohon Mangga?

Pertanianku – Faktor iklim menyangkut temperatur, curah hujan, dan kecepatan angin yang terdapat di daerah setempat. Ketiganya sangat mempengaruhi pertumbuhan dan pembungaan mangga. Mangga dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah atau dataran tinggi, di daerah panas atau daerah dingin, serta daerah yang sedikit hujan atau banyak hujan. Temperatur dan curah hujan tertentu sangat berpengaruh terhadap produktivitas mangga.

Faktor Iklim Mempengaruhi Pohon Mangga

  1. Temperatur optimum

Tanaman mangga dapat tumbuh pada temperatur 4—10o C. Namun, temperatur yang dapat menunjang pertumbuhan dan produktivitas yang optimal adalah antara 24—27o C. Temperatur tinggi (46—49o C) yang disertai angin kencang bisa menyebabkan buah mangga mengalami luka terbakar. Pada temperatur 44o C dengan kelembapan 15% di tempat terlindung, daun dan buah mangga yang masih kecil akan mengalami kerontokan, sementara pada buah yang berkembang besar akan menjadi buah tidak berbiji. Pada temperatur 42—44o C mangga masih dapat hidup, tetapi produktivitasnya rendah.

  1. Curah hujan

Banyak sedikitnya curah hujan akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan terbentuknya bunga atau buah.Saat musim berbunga dan berbuah, tanaman mangga lebih menghendaki tidak ada hujan karena tanaman mangga tidak mudah terserang penyakit dan produktivitasnya menjadi lebih baik. Curah hujan yang tinggi/ kabut bisa menghambat proses pembentukan buah dan menjadi pencetus penyakit.

  1. Ketinggian dari permukaan laut

Di daerah tropis, mangga dapat tumbuh sampai daerah pegunungan dengan ketinggian 1.300 m dpl. Namun, pertumbuhan dan produksinya tidak bagus. Pertumbuhan mangga dapat optimal bila ditanam di daerah dataran rendah sampai pada ketinggian 500 m dpl. Pembungaan mangga juga dipengaruhi oleh ketinggian tempat terhadap permukaan laut. Setiap kenaikan 130 m, waktu pembungaan mangga akan tertunda empat hari.

  1. Angin

Kehadiran angin yang kencang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman mangga, yakni akan mempercepat penguapan air dari tanah. Dengan demikian, air yang diperlukan banyak berkurang sehingga pertumbuhan mangga tidak bisa optimal. Dampak lain, buah muda banyak yang rontok, cabang dan ranting juga banyak yang patah. Kadang-kadang, bila angin yang bertiup terlalu kencang, pohon mangga pun bisa tumbang. Untuk itu, di area tepi perkebunan mangga sebaiknya ditanami tanaman pematah angin, misalnya sengon laut (Albizzia falcata Back). Pada waktu tertentu, ujung mangga rajin dipangkas agar ketinggian tajuknya tidak melebihi pohon pemecah angin. Cara lain yang dapat dilakukan adalah menanam mangga berbatang pendek atau yang perakarannya dalam.

Baca Juga:  Gula Kelapa, Produk Turunan Kelapa yang Gemilang di Masa Pandemi

 

Sumber: Buku Bertanam Mangga di Kebun dan Pot

 


loading...